57. Prioritas Yang Di Sandera

1.1K 59 5
                                        

ℍ𝕒𝕝𝕝𝕠 𝕒𝕜𝕦 𝕦𝕡𝕕𝕒𝕥𝕖 𝕟𝕚𝕙𝕙𝕙!! 𝕞𝕒𝕒𝕗 𝕪𝕒 𝕜𝕖𝕞𝕒𝕣𝕚𝕟 𝕓𝕖𝕝𝕦𝕞 𝕓𝕚𝕤𝕒 𝕦𝕡𝕕𝕒𝕥𝕖 😗💋

𝕋𝕪𝕡𝕠 𝕓𝕖𝕣𝕥𝕖𝕓𝕒𝕣𝕒𝕟, 𝕛𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕧𝕠𝕥𝕖 𝕕𝕒𝕟 𝕜𝕠𝕞𝕖𝕟 𝕓𝕦𝕒𝕥 𝕝𝕒𝕟𝕛𝕦𝕥 𝕜𝕖 𝕔𝕙𝕒𝕡𝕥𝕖𝕣 𝕓𝕖𝕣𝕚𝕜𝕦𝕥𝕟𝕪𝕒!!



||Happy Reading||

Arga menatap Herlin dengan perasaan sedih, gadis di hadapannya terlihat sangat kacau. Matanya sembab, air matanya bahkan tidak berhenti mengalir "Kemarin kamu kemana? aku nyari kamu tapi gak ketemu."

Herlin tidak menoleh, tidak ada sahutan yang terdengar. Ia sibuk memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper "Kamu mau pergi kemana?"

"Herlin." panggilnya, karena Herlin tak kunjung memberikan jawaban.

Arga berjalan mendekat kearah Herlin, ia tau Herlin sedang tidak baik-baik saja "Kamu gak perlu khawatir, aku cuman mau pulang." ujar Herlin sebari menatap Arga yang berdiri di hadapannya.

Herlin sudah memutuskan untuk pulang, ia akan mengajak Ibunya pergi, kemanapun. Yang pasti mereka harus bisa pergi sejauh mungkin dari Varen.

"Yaudah biar aku anterin ya?"

Laki-laki itu tersenyum kala Herlin mengangguk dan mau diantarkan pulang. Ia tidak ingin Herlin kenapa-napa jika pulang sendirian kekediaman Ayahnya.

Herlin sudah pergi semalaman, dan ia menjadi sangat khawatir jika membiarkan kekasihnya itu pergi sendirian seperti kemarin.

Ia takut Herlin tidak akan pernah kembali.

****

Nining, Sofia, dan Rena berkumpul membicarakan video yang mereka dapat dari flashdisk yang di curi Nining dari rumah Arga kemarin malam.

Mereka bertiga sangat terkejut ketika mengetahui seberapa kejamnya Varen, Pria itu benar-benar telah di kuasai oleh rasa dendamnya. "Gak nyangka ya dia kayak gitu?" gumam Rena, di fikirannya masih terputar jelas adegan-adegan yang ia lihat dalam video tersebut.

"Kemarin kamu bilang Herlin berlari pergi kan? pergi kemana dia?" tanya Sofia pada Nining, karyawannya itu sudah menceritakan semuanya.

Nining menggeleng pelan "Nining ga tau Bu Bos, tapi Arga sempet ngejar Herlin. Sebelum Arga balik ke rumahnya Nining cepet-cepet kabur."

"Lalu apa yang bisa kita lakuin buat bantu Herlin?"

"Buat Varen nyesel."

Nining dan Sofia sontak menatap Rena dengan serempak, mereka berdua bisa mendengar jelas keseriusan dalam nada suara Wanita itu.

Sepertinya Rena benar-benar akan melakukan apa yang di ucapannya "Rendang! kamu serius kan?"

"Rena bukan rendang." ralat Rena menatap Sofia jengkel, Wanita itu masih ceplas-ceplos saat memanggil namanya.

"Aku serius, Varen orang terbrengsek yang pernah aku temuin. Coba bayangin perasaan Cllara waktu Varen nyiksa dia? coba bayangin gimana rasanya jadi Herlin yang ga pernah diharapkan kelahirannya?"

"Kita ini sama-sama perempuan, kita bakal tau rasanya. Gimana kalau suatu hari nanti anak kita ngalamin hak yang sama kayak Herlin?"

HERLINA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang