⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️
SEQUEL CERITA : Transmigrasi Bella
Tentang bagaimana Varen membalas perbuatan Cllara, hingga memis...
Hallo guys! akhirnya aku bisa up!! maaf ya mungkin bakal ada banyak typo yang bertebaran, karena belum aku revisi!!
Ayo baca, vote, dan komen di setiap paragraf!!
||Happy Reading||
Thira merasa sangat aman berada di apartement ini, apalagi Pria yang tidak dikenalinya itu sangat royal. Semua kebutuhan Thira di penuhi, di apartement ini tersimpan banyak cemilan-cemilan enak dan sehat untuknya.
Dan jika Thira menginginkan sesuatu, ia hanya perlu menelfom nomer Pria itu dan permintaannya akan segera di kabulkan.
Sangat menyenangkan bukan?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Thira menghabiskan waktu dengan berenang sendirian, ketenangan inilah yang ia ingin rasakan sejak dulu.
"Apa berenang pada malam hari baik untuk calon Ibu?"
Suara berat itu membuat Thira menghentikan aktivitasnya, ia terkejut melihat Pria yang begitu royal padanya sedang berdiri dan menatapnya tajam dari pinggir kolam "Cepat naik! dan pakai pakaianmu."
"Kenapa si? gak sopan banget main masuk aja, udah tau di dalem ada perempuan." ketus Thira enggan beranjak dari kolam dan tetap bermain-main air di sana membuat Pria itu geram.
"Ini apartement Saya, kamu cuma numpang." Thira mendengus kesal, lalu ia beranjak hendak naik dari kolam, namun tiba-tiba perutnya terasa keram "Tolongin gue! perut gue keram!" serunya dengan raut wajah cemas.
Pria itu pun membantu Thira dan menggendong Thira naik dari kolam "Makanya, lain kali jangan berenang."
****
Herlin yang sedang sibuk menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru yang mengajar di kelasnya itu, dengan sangat fokus. Namun tiba-tiba fokusnya buyar kala Ocha datang dengan wajah paniknya, "Lin! Herlin bantuin Yulia! Dia di gangguin temennya Arga!" ujar gadis itu membuat Herlin ikut panik.
"Cepet Lin! gue gak berani!"
"Yaudah ayo!" tanpa fikir panjang Herlin bangkit dari duduknya lalu berjalan cepat mengikuti Ocha yang mengarah ke gudang belakang sekolah.
Herlin sangat cemas, ia takut Yulia kenapa-napa. Apalagi gadis itu memang cukup sering di ganggu oleh teman-temannya Arga. Tapi kenapa laki-laki itu tidak mencegah teman-temannya?
Mereka berdua berjalan sangat cepat membuat orang-orang di koridor keheranan, menatap mereka dengan tatapan aneh, karena sebelumnya Herlin tidak terlalu dekat dengan Ocha, tapi mengapa mereka terlihat sangat dekat saat berjalan di koridor hari ini.
Dan keanehan itu di sadari oleh seorang siswa, siswa dengan handphone di genggaman tangannya, handphone dengan casing berwarna hijau tua.