HALLO aku update niehhh!!! siapa nih yang udah nungguin aku up?
Jangan lupa Vote dan Komen di setiap paragraf biar aku makin semangat nulis🦭🤍💙
||Happy Reading||
BRUKH!!
Tubuh Jingga tersungkur di lantai akibat bogeman keras yang di berikan oleh Ayahnya, Dikta benar-benar menghajarnya habis-habisan, bahkan Luna tidak menghentikan Dikta, Ibunya itu memandangi Jingga yang sedang di hajar oleh Ayahnya.
"P-papa?" lirih Jingga menatap Ayahnya dengan raut wajah bingung karena Pria itu terus menghanjarnya tanpa mengatakan di mana letak kesalahan yang ia perbuat.
Dikta berdecih, tangannya mengusap peluh yang mengalir di wajahnya "Jangan sok gak tau kamu!"
"Seobsesi itu kamu pengen milikin Herlin?"
"JAWAB!" tegasnya kala Putra semata wayangnya itu hanya diam tidak mengeluarkan sepatah katapun, "Kenapa Jingga? kenapa? kenapa kamu punya niat buat melecehkan Herlin? kamu gak mikirin Mama?"
"Mama dan Herlin sama-sama perempuan, kamu sama saja ingin melecehkan Mama." ucap Luna dengan tegas, ia kecewa pada Jingga, sangat.
Jingga meneguk salivanya kasar, mengapa kedua orang tuanya mengetahui hal ini? atau jangan-jangan Yulia yang memberitahukan hal ini pada kedua orang tuanya? "Bangsat lo Yul! awas aja!" batin laki-laki itu menggerutu.
Dikta yang kesal karena anaknya hanya diam menunduk lalu menarik kerah baju Jingga hingga laki-laki itu berdiri sempurna di hadapannya.
Netra hitam mereka saling beradu tatap satu sama lain, tatapan tajam nan menghunus milik Ayahnya itu membuat keringat dingin membasahi pelipis Jingga.
"Papa tegasin mulai detik ini, jangan ikut campur lagi sama urusannya Varen! kamu boleh suka sama Herlin, kamu boleh temenan sama dia, tapi sewajarnya aja."
"Jangan jadi cowok brengsek! If all this happens again, I will make sure you will never be able to meet Herlin again." penuturan Ayahnya itu terdengar sangat serius kali ini, hal itu cukup membuat Jingga takut. Takut kehilangan dan tidak bisa bertemu dengan Herlin lagi.
"Siapa gadis yang sudah menjadi korban kamu itu?"
Jingga melebarkan bola matanya, ternyata hal ini juga di ketahui oleh Ayahnya. Apa yang harus ia jawab kali ini? tidak mungkin kan ia menjawab jujur?
Ia tidak akan pernah mau jika di suruh untuk bertanggung jawab. "Jawab Papa." Dikta melepaskan cengkraman tangannya dari kerah pakaian yang di kenakan oleh Putranya hingga Jingga sedikit terhuyung kebelakang karena gerakan Ayahnya sangat tiba-tiba.
"Papa tenang aja, dia biar Jingga yang urus." shutnya.
Plak!
Pandangan menunduk, karena kali ini Ibunya berdiri tepat di hadapannya. Ia tidak berani mengangkat pandangan dan bersitatap dengan Luna, kekecewaan itu terlihat jelas dari netra mata Wanita yang di sayanginya. "Apa yang bisa kamu urus hah?! apa?" tanya Wanita itu dengan emosi yang menggebu-gebu mendengar ucapan Putranya yang terkesan sangat menyepelekan kesalahan yang dibuatnya.
"Sudahlah sayang, tinggalkan anak berandalan ini." ujar Dikta pada Istrinya lalu menuntun Luna untuk pergi dari ruang tengah menuju kamar mereka.
"Mama! maafin Jingga Ma!" teriak laki-laki itu agar Ibunya mendengar permintaan maaf yang di mintanya.
"Jangan sebut Istri Papa sebagai Ibumu!"
****
Sementara itu, di dalam mobil terdapat tiga orang yang nampaknya tengah gelisah dengan isi kepalanya masing-masing. "Lin, keluarga gue dalam bahaya. Gue udah bilang, gue harus tetep di apartement itu!" ujar Thira menggoyang-goyangkan lengan Herlin.
KAMU SEDANG MEMBACA
HERLINA [END]
Ficção Adolescente⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️ SEQUEL CERITA : Transmigrasi Bella Tentang bagaimana Varen membalas perbuatan Cllara, hingga memis...
![HERLINA [END]](https://img.wattpad.com/cover/363443459-64-k941517.jpg)