39. Yang Rusak, Akan Tetap Rusak

1.6K 63 0
                                        

Hallo guys! maaf ya aku baru bisa up sekarang ☺🙏 tapi gepepe kannn???? iya kaannn?? yang penting aku gak php kayak mantan pacar kalian wkwk😁



||Happy Reading||










"Herlin, ini kan jadwal kamu ke psikiater. Ayo Papa anter." Varen berjalan perlahan menghampiri Herlin yang duduk di sofa ruang tengah sebari menonton televisi. "Ngapain ke sana? gak ada yang perlu Herlin ceritain lagi ke dokter Flora." tolaknya namun bukan Varen namanya jika tidak keras kepala.

Ingat, Pria itu tidak suka di tentang.

"Ayo."

"Herlin ke sana di anter sama Arga aja, ya boleh ya?"

"Yasudah, cepat suruh laki-laki itu kemari."

Setelah berbicara cukup lama dan meyakinkan Varen bahwa ia akan benar-benar membawa Herlin ke psikiater, barulah mereka di izinkan pergi bedua oleh Varen.

Di dalam mobil mereka merasa sangat lega, "Kamu ada jadwal ke psikiater?" tanya Arga basa-basi, karena ia benar-benar tidak tahu. "Kenapa? kamu berfikir kalau aku gila?" gadis itu menatapnya, dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Engga, aku cuman nanya aja. Kenapa bisa sampai ke psikiater? kenapa kamu gak cerita aja dulu sama aku?"

"Papa yang bawa aku ke sana, setelah ketemu dan di ajak ngobrol sama dokter Flora aku ngerasa nyaman dan punya tempat cerita yang terpercaya." jelasnya, gadis itu mengalihkan tatapan matanya dari wajah Arga, beralih menatap jalanan yang cukup ramai dengan adanya kendaraan yang berlalu-lalang.

"Kamu bosen gak? ada keinginan buat jalan-jalan?" tanya Arga tiba-tiba, Herlin pun hanya mengangguk sebagai jawaban. Jujur saja ia memang merasa bosan dengan kesehariannya yang begitu-gitu saja.

"Yaudah sepulang dari psikiater kita jalan-jalan, sekalian main sama Olla gimana?"

"Okee!!"

****

Herlin dan Arga sangat menikmati indahnya tempat ini, mereka sedang bersama Olla

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Herlin dan Arga sangat menikmati indahnya tempat ini, mereka sedang bersama Olla. Mereka kembali berkunjung ke rumah anak kecil itu dan meminta izin pada Ibunya Olla untuk mengajak Olla pergi jalan-jalan.

Tidak jauh, mereka jalan-jalan di dekat pemukiman warga tempat Olla tinggal. "Kakak tampan, Olla mau main sama temen-temen!" seru Olla tiba-tiba, sebari menunjuk sekumpulan anak kecil yang sedang bermain di sebuah tanah lapang.

Arga mengangguk kecil, Olla pun berlari kecil menghampiri teman-temannya untuk bermain bersama.

Herlin tersenyum melihat Olla yang sedang asik bermain bersama teman-temannya, sangat berbeda-beda dengan dirinya sewaktu kecil. Dulu Herlin kecil tidak mempunyai teman, ia hanya bermain sendiri.

HERLINA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang