06. Lelah

2.4K 90 7
                                        

Hallo, siapa nih yg nungguin aku update?
hmm kayaknya g ada ya? wkwk. Okey tidak apa-apa, bagi yg udh g sabar nungguin aku update makasih banyakk!!!

Kalian harus ikutin alur cerita ini sampai end!! wajib!! Follow lapak ini sebelum baca!

||Happy Reading||






Berjalan sendirian di Koridor sekolah bukanlah hal yang jarang Herlin lakukan, karena Yulia juga memiliki kesibukannya sendiri. Herlin tidak ingin mengganggu gadis itu.

"Princess, kok sendiri?"

Herlin yang tahu siapa pemilik suara itu memilih untuk tidak menoleh dan tetap melanjutkan langkahnya. "Tunggu gue, buru-buru banget."

Jingga mempercepat langkahnya menyusul Herlin, "Yulia mana?" tanya laki-laki itu mensejajarkan posisinya dengan Herlin.

"Gak tau, tadi keluar kelas duluan." sahut Herlin terus melanjutkan langkahnya menuju kantin dengan di temani oleh Jingga.

***

Drrt! drrt!

Handphone Herlin terus berdering membuat acara makan gadis itu terganggu, bahkan Jingga yang tadinya fokus makan jadi terganggu.

"Angkat sana! siapa tau penting."

Herlin mengangguk mengambil handphone di saku seragamnya, ia melihat layar handphone di sana tertera nama Yulia.

Dengan segera gadis itu mengangkat panggilan telfon dari sahabatnya, mungkin ini hal darurat. Gadis itu tidak akan menelfonnya jika tidak dalam masalah.

"Hallo? Yul? Yul jawab gue?!" ujar Herlin kala panggilan itu sudah tersambung, dari sebrang sana terdengar suara yang cukup berisik, namun belum terdengar suara Yulia.

"H-hallo, Lin. Sumpah gue takut banget, cepet kesini. Gue pengen nangis tapi malu, gimana nih???" Akhirnya setelah beberapa detik hening terdengar suara Yulia.

Namun suara gadis itu terdengar sedikit bergetar, dan ke takutan. Astaga masalah apa lagi menimpa gadis itu?

"Lo di mana sekarang? gue ke sana."

"Di kelasnya Arga."

"Ar—"

Tut!

Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba panggilan telfon itu terputus secara sepihak membuat Herlin semakin panik. "Ga, gue mau nyusul Yulia." setelah mengatakan hal itu Herlin berlari keluar dari kantin.

Setibanya ia di depan kelas Arga, ia bisa melihat dari jendela pemandangan yang ada di dalam.

Di dalam terlihan ada Yulia yang terjatuh di lantai dengan beberapa laki-laki yang mengerumuninya, di sana hanya ada beberapa orang termasuk Arga.

Herlin berdecak, kenapa Yulia suka sekali berurusan dengan mereka?

Gadis itu masuk ke dalam ruang kelas di hadapannya, ia tak peduli dengan jumblah laki-laki yang ada di dalam. "Woi! Bisa gak kalian jangan buat masalah!" teriak Herlin membuat semua orang di sana menolehkan kepalanya menatap Herlin.

HERLINA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang