⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️
SEQUEL CERITA : Transmigrasi Bella
Tentang bagaimana Varen membalas perbuatan Cllara, hingga memis...
Hallo!! akhirnya aku bisa up lagii😞🙏 maaf ya udah bikin kalian menunggu lama. Bair aku makin semangat jangan lupa komen di setiap paragraf!!
||Happy Reading||
Cllara membuka netra matanya perlahan-lahan, pemandangan pertama yang ia lihat adalah tubuh atletis Varen.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pria itu bertelanjang dada berdiri menatapnya tak jauh dari ranjang tempat Cllara tidur. "Mas? kamu udah bangun dari tadi?" tanya Cllara, mereka dari kemarin menginap di sebuah hotel. Itupun paksaan dari Varen.
"Cepet mandi, ganti baju. Kita harus pulang sekarang, gue mau ngajak Herlin jalan-jalan."
****
Sesampainya di rumah, Cllara dan Varen masuk ke ruang tengah. Mereka berdua sangat kaget melihat keadaan yang begitu kacau, di sana juga ada Bi Tesni yang sedang membersihkan pecahan-pecahan vas bunga. "Bi apa yang terjadi?" tanya Varen.
Bi Tesni mendongakkan kepalanya "Saya juga kurang tahu Tuan, tadi sekitar pukul dua pagi Saya kebangun. Eh tau-tau udah begini aja." jelas pelayan itu "Tapi Saya cek-cek, gak ada barang yang kemalingan." lanjutnya.
Cllara menatap ruangan itu dengan raut wajah khawatir, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Putrinya? "Herlin mana Bi?"
"Non Herlin ...." Bi Tesni menunjuk ke sudut ruangan, di sana ada Herlin yang berjongkok dan menenggelamkan kepalanya di sela-sela lipatan lutut.
Tangan gadis itu mengeluarkan cairan berwarna merah, punggungnya juga terlihat bergetar, sepertinya gadis itu sedang menangis. "Saya sudah coba ajak bicara, tapi Non Herlin malah marah Tuan. Saya juga udah nyoba mau ngobatin tangannya tapi,, Saya malah di dorong."
Cllara segera menghampiri Putrinya, air matanya mengalir ketika melihat darah begitu deras mengalir dari tangan Herlin.
Semalam, Herlin mengajak Yulia pulang ke rumah ini karena kondisi gadis itu yang tidak memungkinkan jika di bawa pulang ke rumah orang tuanya. Ia yakin orang tua Yulia pasti akan sangat marah.
Flashback On
Herlin memapah tubuh Yulia ke sofa, ia membaringkan gadis itu di sofa panjang yang ada di ruang tengah.
Namun baru saja di baringkan Yulia kembali merubah posisinya menjadi duduk, mata gadis itu yang tadinya terpejam kini terbuka. "Pergi lo sialan!" Yulia mendorong tubuh Herlin hingga membentur meja yang ada di sana.
Herlin meringis menatap tak percaya sahabatnya melakukan hal itu "Yul? lo lagi mabuk kan?"
Herlin bangun dengan perlahan mencoba mendekati Yulia dan berusaha menenangkan gadis itu, namun Yulia kembali memberontak bahkan gadis itu melemparkan barang-barang yang ada di dekatnya ke arah Herlin. "Bajingan dasar sasimo!" teriaknya menatap Herlin dengan tatapan tajam.