ℍ𝔸𝕃𝕃𝕆 𝕘𝕦𝕪𝕤 𝕒𝕜𝕦 𝕦𝕡𝕕𝕒𝕥𝕖 𝕟𝕚𝕙!! 𝕜𝕚𝕣𝕒-𝕜𝕚𝕣𝕒 𝕤𝕚𝕒𝕡𝕒 𝕒𝕛𝕒 𝕟𝕚𝕙 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕟𝕦𝕟𝕘𝕘𝕦𝕚𝕟 𝕒𝕜𝕦 𝕦𝕡𝕕𝕒𝕥𝕖? 𝕒𝕪𝕠 𝕒𝕓𝕤𝕖𝕟 𝕕𝕦𝕝𝕦 →
𝕁𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕍𝕠𝕥𝕖 𝕕𝕒𝕟 𝕂𝕠𝕞𝕖𝕟 𝕕𝕚 𝕤𝕖𝕥𝕚𝕒𝕡 𝕡𝕒𝕣𝕒𝕘𝕣𝕒𝕗 𝕓𝕚𝕒𝕣 𝕒𝕜𝕦 𝕞𝕒𝕜𝕚𝕟 𝕤𝕖𝕞𝕒𝕟𝕘𝕒𝕥 𝕓𝕦𝕒𝕥 𝕟𝕦𝕝𝕚𝕤 𝕕𝕒𝕟 𝕞𝕒𝕜𝕚𝕟 𝕣𝕒𝕛𝕚𝕟 𝕦𝕡𝕕𝕒𝕥𝕖 😘🙏 (𝕥𝕒𝕟𝕕𝕒𝕚𝕟 𝕜𝕒𝕝𝕒𝕦 𝕒𝕕𝕒 𝕥𝕪𝕡𝕠)
||Happy Reading||
Herlin, Arga, Yulia, dan juga Ziven tengah berada di kantin. Mereka duduk berempat menikmati makan siang masing-masing.
Sesekali mereka juga mengobrol dengan satu sama lain, sedangkan Jingga? entahlah. Sejak bel istirahat berbunyi mereka belum menemukan dimana keberadaan Jingga.
"Jingga mana? gak makan siang dia?" tanya Ziven tiba-tiba.
"Lagi latihan basket kali, yang." ujar Yulia menyahuti pertanyaan kekasihnya.
Ziven menyeringit, ia juga ikut dalam tim basket sama seperti Jingga. Ziven ingat betul hari ini mereka tidak memeiliki jadwal latihan "Lah? latihan? sekarang gak ada jadwal latihan basket, kalaupun ada gue gak mungkin di sini makan sama kalian. Gue juga pasti ikut latihan lah."
"Ya mungkin dia latihan sendiri." ucap Herlin ikut bicara.
"Udah ah, ngapain jadi bahas Jingga si?" gerutu Yulia, ia jadi tidak fokus makan jika di ajak bergibah seperti ini.
Ziven mengangguk, ia tidak akan mempertanyakan keberadaan Jingga lagi. "Ga, lo gak ada niatan mau masuk tim basket sekolah gitu?" tanya Ziven pada Arga yang sejak tadi fokus mendengarkan.
Herlin menoleh menatap Arga, ia penasaran dengan jawaban laki-laki itu.
"Gak dulu, nanti waktu pacran gue kesita buat latihan." sahut Arga kemudian kembali fokus memakan makan siangnya.
Sementara itu pipi Herlin memanas, ia tidak habis fikir dengan jawaban yang di berikan oleh Arga. "Cih bulol!" ketus Ziven.
Yulia cemberut, Ia mencubit lengan Ziven "Aduh ay!"
"Harusnya lo juga kayak Arga! dingin-dingin gitu dia bucin abis sama Herlin, sedangkan lo? gak ada romantis-romantisnya." ucap Yulia mengutarakan kekesalannya pada Ziven.
Ziven tertawa mendengar hal tersebut, ia mencubit gemas pipi Yulia "Gue juga romantis kali, tapi tau tempat."
Herlin dan Yulia tertawa mendengar ucapan Ziven yang terkesan mengejek Arga. Sedangkan Arga, laki-laki itu menatap Ziven sinis, ia tahu Ziven tengag mengejeknya saat ini.
Sementara itu, tidak jauh dari tempat keempat orang itu duduk. Ada dua orang siswi yang nampaknya sedang mengawasi gerak-gerik mereka.
Dan ya, kedua siswi itu adalah Feby dan juga Ocha.
"Feb, lo cemburu gak si liat Arga sedeket itu sama Herlin?" tanya Ocha tanpa melepas pandangannya dari keempat orang yang sedari tadi mereka awasi di kantin.
Dengan pelan Feby menjawab "Gue cemburu, cemburu banget malah."
"Cemburu? tapi kok lo tenang banget? kalo gue jadi lo udah gue jambak-jambak tu cewek!"
Feby menyunggingkan sudut bibirnya "Gue harus tenang, nama gue gak boleh makin buruk di mata Arga. Gak perlu bertindak sebelum waktunya, semuanya sudah ditata rapi oleh takdir."
KAMU SEDANG MEMBACA
HERLINA [END]
Teen Fiction⚠️cerita ini hanya di publish di lapak @Rhea_margareth, jika kalian menemukan cerita dengan alur seperti ini di lapak orang lain berarti itu plagiat‼️ SEQUEL CERITA : Transmigrasi Bella Tentang bagaimana Varen membalas perbuatan Cllara, hingga memis...
![HERLINA [END]](https://img.wattpad.com/cover/363443459-64-k941517.jpg)