23. Kado Ulang Tahun

1.9K 71 14
                                        

HALLO AKHIRNYA AKU BISA UP!




Sore ini tidak seperti biasanya, biasanya Herlin sepulang sekolah tidak akan langsung pulang ke rumah. Namun hari ini tidak, gadis itu sepulang sekolah langsung pulang ke rumahnya.

Ia ingin mempunyai banyak waktu mengobrol dengan Ibunya, walau masih sedikit canggung. Namun tidak apa, yang penting ia sudah berusha bukan?

Ini hal wajar, karna Herlin baru mengetahui siapa Ibu kandungnya.

Ia senang setelah mengetahui siapa Ibunya, namun masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang belum perjawab dalam benaknya.

Herlin sangat penasaran dengan awal mulanya hungan Ayah dan Ibunya, mengapa mereka berdua menjadi seperti ini?

Tidak ada kehangatan di antara keduanya.

Bahkan di luar sana Varen dekat dengan banyak Wanita-Wanita, seolah masih lajang.

Banyak rahasia yang belum ia ketahui, ia harus mempersiapkan diri mulai sekarang. Herlin tidak ingin terlalu percaya dengan setiap perkataan mereka.

Bisa saja hal itu adalah sebuah kebohongan semata.

Percaya dengan ucapan manusia tidak ada untungnya.

Ia harus mencari tau, agar benar-benar tau fakta yang sebenarnya.

Hidup itu rumit, maka banyak orang yang ingin mengakhirinya. Tak terkecuali Herlin, ia bertahan untuk mengetahui semua rahasia keluarganya, dan bagaimana asal usulnya.

Gadis itu sangat muak dengan hinaan dan ejekan yang ia dapat d masalalu.

Melanjutkan atau mengakhiri itu hak nya, keputusan itu milik Herlin. Mungkin jika Herlin menemukan titik bahagianya, ia akan bertahan lebih lama lagi.

"Mengakhiri hidup dengan cara apa yang menenagkan?" Gumam gadis itu berjalan menuju dapur, namun gumaman nya itu tak sengaja di dengar oleh Bella yang sedang menata buku di lemari kaca yang ada di sana. "Herlin? apa yang kamu ucapkan barusan?" Tanya Bella dengan rasa khawatir.

Gadis itu menghentikan langkahnya menoleh ke arah Bella "Enggak, Herlin gak ngomong apa-apa." Elaknya, ia kira Bella tidak akan mendengar gumaman kecilnya barusan. Wanita itu menghampiri nya memegang erat kedua pundak Herlin.

"Sayang, jangan berbicara seperti itu lagi ya? Hidup itu berharga jangan di sia-siakan, dan jangan di akhiri begitu saja." Tuturnya, memberi tahu Herlin agar tidak berucap seperti itu lagi.

Bella sangat menyayangi cucunya, ia tidak akan sanggup jika harus kehilangan gadis itu. Cukup Vara saja yang meninggalkan nya, Herlin jangan.

Gadis itu sangat berharga bagi keluarga itu.

"Mom, bicara apa sih?"

Herlin melepaskan kedua tangan Bella dari pundaknya, "Mom, Herlin sayang sama Mommy. Herlin harap jangan ada ketidak jujuran lagi di antara kita. Herlin bakal sulit buat maafin itu,"

"Herlin muak, muak dengan semua sandiwara kebohongan ini." Lanjutnya, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk menghampiri Cllara, Ibunya.

Bella menatap punggung Herlin yang berjalan menjauh dengan sendu, "Semoga kamu tidak menaruh rasa benci pada salah satu dari kedua orang tua kamu di kemudian hari."

Sementara itu Herlin, gadis itu berjalan memasuki area dapur. Di sana ia bisa melihat Ibunya alias Cllara yang sedang memasak sesuatu "Mama lagi masak apa?" Herlin duduk di kursi meja makan memandangi sang Ibu.

"Ayam goreng spesial buat kamu." Sahut Cllara dengan senyum yang mengembang, hari ini adalah hari yang ia nantikan dari tahun-tahun sebelumnya. Hari di mana ia bisa memasak dan makanannya itu di makan oleh Herlin, putrinya.

HERLINA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang