" KAK?!! "
Laura berteriak kala Gafi memberontak ingin memasuki kamarnya
" Kenapa? "
Tanya Gafi enteng yang sudah berhasil masuk ke kamar Laura
" Keluar kak! A- aku- "
Ucapan Laura terbata - bata, dirinya merasa malu karena pakaian yang ia gunakan saat ini
" Kenapa? Gue cuman mau kasih minum Lo "
Ucap Gafi santai memberikan gelas yang berisikan minum itu
Laura mengambil gelas dari tangan Gafi dengan kasar, ia segera meletakkannya di meja sampingnya.
" Udah kan kak? Keluar ya? "
Ucap Laura memohon
Gafi tak menggubris perkataan Laura, ia semakin mendekat ke arah Laura. Sang empu yang mendapat tatapan tajam dan tatapan yang sulit diartikan dari Gafi segera memundurkan dirinya.
" K- kak? Aku lagi ngerjain tugas "
Ucap Laura takut sambil mundur
" Terus? "
Tanya Gafi dengan menaikkan satu alisnya, tapi langkahnya tak terhenti untuk terus mendekati Laura
" K- kak?? "
Laura sudah terbentur dengan dinding, ia sudah tak ada lagi ruang.
Gafi mengukung Laura dengan kedua tangannya.
" Kak? Mau ngapain? "
Tanya Laura takut menatap Gafi, ia takut dengan perlakuan Gafi sekarang ini.
Tangan kanan Gafi merambat mengelus rambut tebal yang hitam lekat, serta lembut itu, ia mengeluarkan rambut Laura yang terlihat panjang dan indah.
" Lo berani goda gue hm? "
Tanya Gafi sambil memainkan rambut Laura, ia sangat suka dengan rambut Laura
" Gak kak, aku gak ngegoda "
Bantah Laura dan terus menatap rambutnya yang dimainkan oleh Gafi
" Terus? Lo pakai beginian terus lewat depan gue? "
Tanya Gafi lagi dan memajukan wajahnya, sekarang jarak wajah Gafi dan Laura hanya tersisa beberapa cm saja.
" Kak? Gak gitu "
Jawab Laura sambil memalingkan wajahnya
Gafi meraih pinggang ramping Laura dan membawa Laura semakin dekat ke dirinya.
" Lo cantik juga, rambut Lo cantik, kulit Lo juga putih bersih, dulu gue mabuk makanya gak terlalu menikmati "
Ucap Gafi sambil menelisik leher Laura yang berada di depannya
" Kak? Tolong jangan bahas itu lagi "
Jawab Laura yang semakin takut dan risih dengan keadaan saat ini
" Mau coba lagi? "
Tanya Gafi menaikkan alisnya
" Ma- maksud kakak? "
Ucap Laura yang sudah terkejut dan membulatkan matanya
Cup
Satu kecupan berhasil mendarat di leher Laura, semenjak tadi Gafi sudah tak tahan dengan leher jenjang dan mulus milik Laura.
" Kak?! "
Teriak Laura tatkala menerima kecupan itu
" Kenapa? Gue suami Lo kalau lupa "
Ucap Gafi
" Ta- tapi- "
" Kenapa? Lo gak mau karena gue gak cinta sama Lo? Hahahah Lo itu emang nikah sama gue buat mainan gue aja Laura Valencia "
Laura tampak marah dan terkejut ketika mendengar penuturan Gafi yang amat membuatnya sakit hati, tapi emang benar apa yang dikatakan Gafi, toh ia juga dinikahin Gafi untuk mainan aja.
Cup
" Kenapa hm? Kok diam? "
Tanya Gafi setelah mendaratkan kembali ciumannya di bibir milik Laura
Gafi kembali mengeratkan pelukannya di pinggang ramping Laura, hingga membuat Laura sulit bernafas.
" Ka- kak? Aku sesak "
Ucap Laura yang merasa sesak
KAMU SEDANG MEMBACA
GAFI OR GUS GAFI?
RomantikNOTE : untuk lebih nyambung sama ceritanya author sarankan supaya baca terlebih dahulu cerita author yang berjudul Gus Azka, karena ini merupakan lanjutan cerita dari Gus Azka, ini versi anaknya. SINOPSIS : Seorang gadis yang secara tidak sengaja...
