" kenapa kamu senyum - senyum sendiri hm? "
Tanya seorang pria yang datang dibalik pintu besar itu
" Eh? Udah pulang mas? "
Tanya wanita itu gang tak sadar dengan kedatangan suaminya itu
" Nah kan, mas pulang aja kamu sampai gak sadar "
Ujar pria itu mendekat istrinya yang duduk di sofa sambil menggelengkan kepalanya
" Heheh maaf ya mas "
Ucap wanita itu sambil tersenyum
" Emang lagi mikirin apa sampai segitunya? "
Tanya suaminya - Raffael
" Mas tau? "
" Gak dong sayang, kan kamu belum kasih tau "
Jawab Raffael sambil mengelus lembut kepala sang istri yang tidak tertutup Khimar itu
" Tadi kan Allea antar Laura ke rumah sakit, tangannya ketimpa barang berat, tadinya mau ditangani dokter umum di UGD, tapi Allea kekeh maunya Gus Gafi aja yang tangani, alhasil datanglah si Gus Gus itu, nah udah diperiksa, rupanya Laura harus inap, tapi dia gak mau, alhasil Gus Gafi bawa di pulang kerumah heheheh "
Akhir wanita itu dengan tawa kecilnya
" Jadi? Apa yang membuat kamu senang kali? "
Tanya Raffael masih bingung
" Ck! Mas kok gak paham?! "
Kesal sedikit wanita itu
" Ya kan belum habis kamu ceritanya sayang "
Ucap Raffael menaikkan bahunya
" Allea tu senang karena mereka kayaknya bakalan baikan lagi, Allea senang kalau misal Laura ada teman lagi buat serumah, Allea gak mau Laura sendiri capek cari uang terus "
Ujar wanita itu yang mengungkapkan alasan mengapa dirinya senang sekali
" Begitukah? Kamu yakin Gus Gafi udah berubah seratus persen? "
Tanya Raffael
" Udah dong.... Liat deh dia sekarang gimana, kayaknya udah berubah jadi alim alim gitu 360 derajat "
Ucap yakin Allea
" Kamu yakin? Dia Gafi or Gus Gafi? Jangan sampai salah mengira sayang "
Ucap Raffael sambil tersenyum sedikit ke arah Allea
" Kalau misal jati diri dia masih seperti kak Gafi, Allea gak bakalan izinin Laura balikan, tapi kalau emang sekarang dirinya itu seorang Gus Gafi yang Allea lihat selama beberapa bulan ini, Allea bakalan percayakan Laura sama dia "
" Pinter! Berarti kamu harus cari tau dulu bukan? Toh mereka belum cerai, masih ada ikatan, dan Gus Gafi masih menjalankan kewajibannya, hanya saja mereka tidak seranjang "
Jawab Raffael
" Hm, Allea harap apapun itu, menjadi hal baik dalam hidup Laura, Allea sayangggg banget sama Laura "
Ujar wanita itu
" Sama mas? "
Tanya Raffael menggoda
" Em... Sayang gak ya?? "
Ucap wanita itu sambil mengetuk - ngetukkan jari telunjuknya di dagu
Karena terlalu lama menggodanya, Raffael ingin membalas dendam, ia mulai menggelitik perut Allea hingga wanita itu tertawa terbahak - bahak
" HAHAHAHAH UDAH MAS!!! ALLEA UDAH GAK SANGGUP HAHAHAH "
Nyerah wanita itu
" Kan... Makanya jangan ngegoda mas"
" Siapa juga yang ngegoda? Awas ah mas aku mau siap - siap masak "
Alhasil mereka menghentikan kegiatannya dan kembali masing - masing, Allea yang ingin memasak, Raffael yang naik ke atas untuk membersihkan dirinya
.......
" Alhamdulillah udah sampai "
Ucap Gus Gafi ketika selesai memarkirkan mobilnya di garasi
Ia sejenak menatap wanita di depannya yang tertidur pulas, ia merasa kasihan harus membangunkan wanita itu, tapi tidak mungkin ia menggendong Laura, takutnya akan membuat wanita itu kurang nyaman, kalau masalah tetangga ia tidak terlalu pikirkan, karena di lingkungan ini rumahnya tidak terlalu banyak, dan tetangga mereka tidak julit. Btw tetangga readers pada julit gak sama kalian? Author sih iya hahahaha
KAMU SEDANG MEMBACA
GAFI OR GUS GAFI?
RomantizmNOTE : untuk lebih nyambung sama ceritanya author sarankan supaya baca terlebih dahulu cerita author yang berjudul Gus Azka, karena ini merupakan lanjutan cerita dari Gus Azka, ini versi anaknya. SINOPSIS : Seorang gadis yang secara tidak sengaja...
