Setelah membereskan segalanya, kini Gafi sedikit memandang sekeliling rumahnya, rumah ini menjadi saksi bisu dimana ia hidup seatap bersama Laura, meskipun pahit selalu menghantui gadis itu. Kini tak ada lagi tangisan gadis polos itu, ia harus menerima segalanya, ini juga karena dirinya.
" Udahlah fi, jangan dilihat terus, ayo Lo mau ke rumah sakit kan? "
Ujar Theo sambil menepuk pelan beberapa kali bahu Gafi, ia menyalurkan semangatnya kepada ketuanya itu
" Gue masih gak nyangka, gue pikir semuanya akan bertahan sampai akhir "
Jawab Gafi mengingat kembali ketika dirinya menyiksa laura, ia pikir Laura akan bertahan sampai semuanya berubah
" Udah Lo ikhlasin aja, semua ini udah Allah kehendak kan yang terbaik untuk Lo dan Laura, so terima apapun itu "
Ucap Liam sekarang
" Gue setuju sama Liam, sekarang nasi udah menjadi bubur fi, Lo harus tabah, perbaiki diri Lo di pasantren, gue yakin Lo bisa hadapi semuanya "
Tambah Hans yang juga menguatkan Gafi
" Iya fi, insyaallah kami akan sering kesana habis wisuda, kita juga lusa udah wisuda, padahal Lo bisa nunggu bentar lagi "
Ucap Theo merasa sedih sambil mengerucutkan bibirnya
" Gak papa, gue ingin Laura hidup tenang, kalau dia ketemu sama gue selalu mungkin dia bakalan risih "
Jawab Gafi yang masih memikirkan gadis itu
" Gue tau, Lo udah cinta sama dia, cuman waktu yang berjalan begitu cepat, mungkin ada hal lain dipersilakan untuk Lo "
Ujar Hans
" Hm, makasih "
Jawab Gafi
" Udah ah, ayo ke rumah sakit, orang tua Lo udah balik duluan? "
Tanya Liam
" Iya, Zea sendiri di pesantren, mereka balik cepat, gue nyusul aja nanti "
Jawab Gafi
" Okey! Ayo kita pergi, btw kapan ketemu mangsa? "
Tanya Hans
" Zara? Setelah ketemu sama Laura gue jumpa dia "
Jawab Gafi dengan raut wajah yang langsung berubah
" Okey sip, ini Lo ketemu sama Laura dulu gih "
Tambah Theo
.....
" Gue serius kan le bisa pulang besok?"
Tanya Laura yang terlihat senang di kasurnya, ia duduk sambil memainkan selimutnya dan sesekali tersenyum karena akan meninggalkan tempat yang membosankan itu
" Ish! Dari tadi Lo nanya itu itu aja, udah gue bilang kan tadi, hadehhh mertua Lo juga bilang besok kan Lo pulang "
Jawab Allea yang jenuh menjawab pertanyaan Laura yang itu itu aja, ia tau Laura sangat tidak betah berada disini, sepertinya gadis itu sudah bisa menerima keadaannya sekarang
" Yahhh kok marah si le? Btw mantan mertua le bukan mertua hehehe "
Ucap Laura diakhir ketawa kecilnya
" Iya iya maaf, Lo mah, orang salah dikit, dah kebiasaan juga ih! Mereka balik? "
Tanya Allea
" Iyah, mereka balik ke pasantren, katanya Zea sendiri disana, kakek sama neneknya udah pergi "
Jawab Laura, memang tadi beberapa jam yang lalu Safira dan Gus Azka pamit kepadanya untuk kembali ke pesantren
" Oooo yaudah besok Lo pulang bareng gue aja "
Ucap Allea
" Okey le! Oh iya, kak Fael kemana? "
Tanya Laura yang tak melihat kehadiran Rafael, biasanya cowok itu selalu ada disamping Allea
" Fael? Dia lagi ngurus masalah wisudanya lusa, jadi besok dia gak bisa temenin Lo pulang deh, Lo gak papa kan? "
Tanya Allea
KAMU SEDANG MEMBACA
GAFI OR GUS GAFI?
RomanceNOTE : untuk lebih nyambung sama ceritanya author sarankan supaya baca terlebih dahulu cerita author yang berjudul Gus Azka, karena ini merupakan lanjutan cerita dari Gus Azka, ini versi anaknya. SINOPSIS : Seorang gadis yang secara tidak sengaja...
