64

5K 165 15
                                        

" ayo nak masuk, umma rindu sekali sama kamu "
Ujar Safira yang menghampiri zea dan Laura di luar ketika dirinya begitu mendengar dari Gus Gafi datang bersama Laura

" Iya umma "
Jawab Laura tersenyum kikuk, dia sedikit canggung, datang tanpa diundang begitu saja

" Kak Laura malu umma, karena datang tiba - tiba, lagian kak Gafi gak bilang kalau mau kesini bareng kak Laura "
Curhat zea

" Lah... Untuk apa malu nak? Disini kita semua keluarga, anggap ini rumah kamu sendiri, hal itu selalu Umma ingatkan "
Jelas Safira

" Iya umma "
Jawab Laura tersenyum kecil

Jujur saja, Laura merasa senang ketika bersama Safira, kyai Azka, dan zea, ketika bersama mereka seakan - akan Laura menemukan jati dirinya, ia merasa berada di dalam keluarga Cemara, makasih dari itu ia sekarang merasa canggung karena hubungan keluarga mereka sudah tidak terlalu sama seperti dulu lagi.

Mereka pun bertiga memasuki ndalem menuju ke kamar kyai Azka yang sedang diperiksa oleh Gus Gafi

" Gimana nak keadaan abba? "
Tanya Safira yang tiba di sana

" Insyaallah abba akan segera sembuh umma, tidak begitu serius, nanti ana belikan obat "
Jawab Gus Gafi membereskan peralatannya

" Alhamdulillah, Syukron nak "
Ujar Safira

" Kak? Kakak bakalan tinggal disini kan? "
Tanya zea yang datang mendekati Gus Gafi dan memeluk lengannya

" Hm, kakak gantikan semua peran abba untuk sementara disini "
Jawab Gus Gafi

" Sebagai suami umma juga? "
Tanya zea jahil

" Astagfirullah! Kalau itu abba tidak Ridha nak "
Jawab kyai Azka yang terkejut dengan pertanyaan gadis kecilnya itu, ia langsung membantahnya

" Hahahaha zea bercanda abba, abba udah mendingan? "
Tanya gadis kecil yang jahil itu

" Alhamdulillah sudah nak, mana kak Laura? "
Tanya kyai Azka yang belum melihat kehadiran Laura yang tadi membuat istri tercintanya itu langsung berlari keluar menghampiri wanita itu

" Kak Laura lagi ke kamar mandi abba "
Jawab zea

" Nggih nak, setelah itu suruh kesini "
Ujar kyai Azka

" Nggih abba, kalau begitu zea pergi jemput kak Laura dulu "
Pamitnya

Setelah kepergian zea, kyai Azka berusaha untuk duduk dan menyenderkan punggungnya di kasur, ia berusaha berbicara serius dengan anak sulungnya dan istrinya itu

" Nak? "
Panggil kyai Azka

" Iya abba "
Jawab Gus Gafi

" Apa benar kalau kamu masih bersuami istri dengan Laura? "
Tanya kyai Azka, sekarang suasana di kamar itu sangat mencekam, seakan - akan pembicaraan mereka antara hidup dan mati

" Afwan, benar abba "
Jawab Gus Gafi sambil menundukkan kepalanya, ia tau semua yang terjadi disini kesalahannya, mulai dari dia menyakiti Laura, hingga membuat wanita itu kehilangan malaikat kecilnya itu, sekarang mereka mendapat kabar yang begitu mengejutkan, dimana yang katanya Gus Gafi dan Laura telah bercerai, tapi nyatanya hubungan mereka masih suami istri

" Abba benar - benar tidak menyangka nak, apa kamu tidak menganggap keluarga kamu ada? Kenapa disembunyikan? "

" La abba, la, bukan begitu maksud ana "
Bantah Gus Gafi dengan lembut, ia berusaha selembut dan selemah mungkin berbicara dengan kedua orang tuanya

" Sekarang apa yang akan kamu lakukan nak? Laura tidak mungkin menerima kamu begitu saja "
Ujar Safira

" Ana juga gak tau umma, ana bingung "
Jawab Gus Gafi

GAFI OR GUS GAFI?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang