75

1.2K 56 4
                                        

Assalamualaikum semuanya, author minta maaf ya kalau udah ilang lama, soalnya akun author hilang kemarin, semoga kalian suka ya lanjutannya, maaf kalau ceritanya kurang nyambung, soalnya author udah sedikit lupa alur ceritanya, kalau ada yang salah tolong di komen dengan sopan ya semuanya.

Happy reading!


" Mas udah ambil semua barangnya kan? "
Tanya Laura kepada Gus Gafi ketika melihat bagasi mobil mereka sudah terisi beberapa barang

" Alhamdulillah sudah sayang, kamu ada yang tertinggal? Biar mas ambilkan "
Tanya Gus Gafi sambil menata dengan rapi barang - barang mereka

" Emm... Kayaknya ga deh mas, ntar juga kalau ada yang perlu kita bisa kesini lagi "

" Tapi lumayan jauh sayang, secara kita tinggal di kota, apalagi kalau mas lagi sibuk "

" Iya juga ya, kayaknya ga ada deh mas, bentar Laura cek lagi "

Setelah mengecek kamar mereka, kelihatannya tidak ada barang yang tertinggal untuk dibawa ke rumah baru mereka, di kamar ndalem mereka masih banyak meninggalkan barang disana, mereka hanya membawa apa yang diperlukan saja.

" Udah mas, ga ada yang tertinggal "
Ucap Laura sembari berlari kecil ke arah Gus Gafi yang menutup bagasi mobilnya

" Jangan lari - lari, nanti jatuh "
Peringatan gus Gafi yang mendapat cengiran kecil dari istri kecilnya itu

" Yang lain pada kemana ya mas? "
Tanya Laura dari tadi tak melihat tanda - tanda keluarga ndalem terlihat

" Tadi katanya umma izin sama Zea bawa abba kontrol ke rumah sakit dekat sini, mungkin bakalan pulang sore karena antriannya panjang, umma juga minta maaf ga bisa anterin kita "
Jelas Gus Gafi kepada Laura seperti amanah yang dikirimkan umma kepadanya itu lewat handphone tadi

" Iya, ga papa mas, yang penting abba sehat - sehat aja dulu, kan nanti juga kita bakalan sering kesini, apalagi mas masih ngajar disini "
Ujar Laura sambil melirik pasantren yang sebentar lagi akan ditinggalkan oleh dirinya dan Gus Gafi, mungkin jika ada waktu dia akan sering kesini, apalagi ketika Gus Gafi sedang sibuk bekerja pasti ia akan kemari, secara disini ia punya teman untuk bercengkrama

" Kita berangkat sekarang? "
Tanya Gus Gafi sambil membenarkan Khimar Laura yang sedikit terbang karena angin

" Boleh "
Jawab Laura dengan menampilkan senyuman manisnya itu

...........

Jakarta, 14.00 wib

Setelah menembus perjalanan beberapa jam, disinilah kedua insan itu berada, mereka berdua sedang menurunkan barang bawaan mereka untuk dibawa masuk ke rumah baru mereka

Sebenarnya Gus Gafi sedikit tidak tega ketika harus pindah kesini dengan Laura, lantaran mereka seharunya tetap tinggal di pasantren karena disana Laura memiliki banyak teman untuk bercengkrama.

Disini kalau Gus Gafi sudah bekerja Laura hanya akan tinggal sendirian, mungkin juga dia akan sering bertemu dengan Allea, disini teman dekat Laura satu - satunya yaitu Allea, cuman wanita itu sedang hamil besar sekarang, jadi menghalang sedikit gerakannya, mungkin Laura yang akan sering ke tempat Allea, karena wanita itu sedang hamil besar.

GAFI OR GUS GAFI?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang