62

5.3K 170 24
                                        

" assalamualaikum nak "

" Waalaikumsalam umma "

" Umma ingin menyampaikan amanah abba kamu nak, abba minta bantuan kamu untuk mengajar di pasantren, abba lagi kurang sehat "

" Astagfirullah! Abba sakit apa umma?"

" Abba demam nak habis pulang kajian di luar kota kemarin "

" Ya Allah... Udah dibawa ke dokter umma? "

" Belum nak, abba minta kamu yang periksa saja nak "

" Nggih umma, saya segera kesana "

" Iya nak, gak usah buru - buru yang penting selamat "

" Nggih umma "

" Kalau begitu umma tutup teleponnya nak, assalamualaikum "

" Waalaikumsalam "

Setelah menutup teleponnya Gus Gafi langsung bergegas menuju kamarnya, tadinya ia sedang berada di ruang kerja yang berada di rumahnya sendiri, ia menyelesaikan sedikit pekerjaan yang tertinggal kemarin.

Ia begitu khawatir ketika mendengar kabar dari ummanya kalau abbanya sedang sakit, ia merasa harus segera kesana, ia tidak ingin terjadi apa - apa dengan orang yang ia sayangi itu

Sesampainya di kamar, ia langsung memasukan barang - barang yang ia perlukan ke dalam koper, mungkin ia akan berada disana beberapa hari, ia harus menggantikan abbanya, ia harus mengajar, mengurus pasantren, dan menggantikan kyai Azka mengantar dan jemput Zea

Selesai semuanya, ia pun keluar kamar dan langsung menuju lantai bawah dengan terburu - buru.

" Gus mau kemana? "
Suara itu berhasil mengalihkan fokus Gus Gafi, ia berhenti dan menatap ke arah suara itu

Astagfirullah saya lupa kalau di rumah masih ada Laura
Batin Gus Gafi

" Begini lau, abba sakit di pasantren "
Jelas Gus Gafi mendekati Laura

" APA?! kalau begitu Gus harus segera kesana "
Ujar wanita itu juga ikut khawatir

" Iya, saya ingin kesana, mungkin saya agak lama disana, tapi saya lupa kamu disini lau "
Jelas Gus Gafi sedikit merasa kecewa dengan dirinya yang melupakan kehadiran Laura di sisinya

" Aku? Gak papa Gus, aku gak papa, aku balik ke toko aja, lagian aku juga udah sehat "
Jawab Laura dengan nada yang lembut, ia tak mau Gus Gafi lebih memilihnya ketimbang orang tuanya

" Tidak! Saya tidak bisa membiarkan kamu sendiri, kamu tanggung jawab saya "
Jawab Gus Gafi tegas

" Gus... "
Melas Laura, ia tak mau Gus Gafi mengulur - ulur waktu

" Bereskan barang kamu lau, saya tunggu disini "
Ujar Gus Gafi sambil melepaskan kopernya

" Gak papa Gus, aku bisa pulang, gak papa serius Gus "
Elak Laura, ia tak mau nanti disana menggangu Gus Gafi, terlebih lelaki itu pasti akan sibuk kali disana

" Lakukan saja Laura! "
Tegasnya kembali

" Gus... "
Rengek Laura

" Sudahlah, saya tidak punya waktu, maaf "
Laura sedikit bingung dengan perkataan Gus Gafi ini

Gus Gafi yang tadinya sedang duduk di sofa, menarik kopernya dan berjalan menghampiri Laura, ia gendong Laura ala koala dan membawa gadis itu menuju mobilnya

Bagaimana reaksi Laura? Tentu saja gadis itu terkejut, ia memberontak agar Gus Gafi menurunkannya, ia juga memukul - mukul punggung Gus Gafi

" GAK MAU GUS! TURUNIN!!! GUS?!!!"
Terimakasih wanita itu sambil memukul - mukul punggung Gus Gafi

GAFI OR GUS GAFI?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang