69

5K 162 11
                                        

" umma kak Laura dimana? "
Tanya zea yang turun dari tangga sambil celingukan mencari batang hidung orang yang tak ia temukan juga

" Kayaknya masih di rumah sama Abang kamu nak "
Jawab Safira sambil membereskan piring yang baru saja ia cuci

" Yaudah zea mau kesana dulu ya umma "
Pamit gadis itu

" Eits tunggu! "
Cegah Safira langsung, membuat zea menghentikan langkahnya dan langsung menghampiri Safira

" Kenapa umma? "
Tanya gadis itu bingung kenapa ia dilarang kesana, toh disana juga gak ada hewan buas

" Biarin kakak sama Abang kamu menikmati waktu mereka, pengantin baru sayang... "
Ucap Safira sambil diakhiri dengan mencolek lembut hidung zea karena gemas

" Oooo Afwan umma, zea tidak tau "
Gadis itu menggaruk kepalanya yang terbalik Khimar

" Ayo bantu umma panggilin abba di atas "
Ucap Safira sambil terus membereskan piring - piring disana

" Nggih umma "
Zea akhirnya berjalan menuju kamar umma dan abba nya untuk memanggil kyai Azka, rencananya mereka akan makan bersama pagi ini dengan kehadiran Laura dan Gus Gafi juga

Tok! Tok! Tok!

" Assalamualaikum! Abba? "
Panggil zea dari arah luar

Sudah 3 kali zea mengulang hal yang sama, tapi tak kunjung mendapat jawaban dari arah dalam sana, zea merasa khawatir tak mendengar suara abbanya disana

" Abba? Zea izin masuk "
Saat perasaannya sudah tidak karuan lagi ia akhirnya memutuskan untuk masuk saja kedalam

" Assalamualaikum abba? "
Salamnya lagi ketika membuka pintu kamar

" Abba? "
Zea terus mencari keberadaan abbanya itu, tak kunjung juga ia menemukan, hingga zea berjalan mendekati sisi sebelah kanan kasur dan....

" ABBA?! "
Teriak zea ketika mendapati kyai Azka sudah terkulai di lantai dengan mata tertutup

" Abba? "
Panggil zea dengan lembut sambil menepuk pelan pipi kyai Azka berusaha membangunkan sang empu yang kelihatannya pingsan

Safira yang mendengar teriakan zea langsung berlari ke atas untuk mengecek apa yang terjadi

" Nak? Ada apa? "
Tanya Safira yang sedikit ngos - ngosan karena berlari dari bawah ke atas

" Abba umma, a-abba pingsan "
Ujar gadis itu panik

Safira langsung berjalan cepat menuju sang putri yang sedang memangku kepala khai Azka, dia bergetar ketika melihat suaminya terkulai lemah, tak pernah ia melihat suaminya pingsan dan kesakitan seperti ini

" Astaghfirullah! Mas?! "
Safira langsung terduduk sambil menangis melihat suaminya

" Panggil Abang kamu nak! "
Titah Safira dengan nada panik

Zea langsung membuat Safira mengambil alih kyai Azka ke pangkuan Safira, zea dengan cepat berlari menuju ke rumah Gus Gafi

" Zea? Kenapa lari - lari? "
Tanya Laura yang baru memasuki ndalem

" Kak Laura, dimana Abang? "
Tanya zea yang begitu kebingungan dan panik ketika melihat Laura yang baru saja masuk ke ndalem

Gus Gafi yang baru saja menginjakkan kakinya di ndalem begitu kebingungan ketika melihat zea yang panik, ia terus menghampiri zea dan Laura disana

" Ada apa? "
Tanya Gus Gafi langsung menghampiri mereka berdua

" Abang! Abba! Abba pingsan! "
Zea begitu panik hingga dirinya tanpa sadar meninggikan suaranya

GAFI OR GUS GAFI?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang