71

3.5K 118 3
                                        

" maaf ya nak, abba jadi merepotkan kalian semua "
Ujar kyai Azka ketika melihat anak dan istrinya sedang menyiapkan barang - barang mereka yang tadinya sempat dibawa

" La abba, ini semua takdir Allah, tidak ada manusia yang selalu sehat, pasti sesekali pasti akan diuji kesehatannya "
Ucap zea yang mendekat dan menggenggam tangan kyai Azka yang baru saja dilepas infusnya

Kyai Azka tersenyum ketika mendengar penuturan zea, anaknya itu sudah besar, dan bangganya ia sudah membesarkan dirinya dengan benar

" Benar nak, makasih ya udah jagain abba "
Ucap kyai Azka dan memeluk sang anak perempuan satu - satunya itu

Zea ikut membalas pelukan sang abba yang terasa begitu melegakan baginya, ia sangat senang karena mengetahui kyai Azka tidak terkena penyakit ganas tadinya

Dasar pak Santo, jadinya kan orang dah pada nangis - nangis nih, ayo dong di prank ni kita

" Mas... Semua udah siap "
Ucap Safira sambil berjalan mendekat ke arah kyai Azka

" Nggih umma, Gafi dengan Laura dimana? "
Tanya kyai Azka ketika tidak melihat kedua pasutri itu

" Mungkin lagi urus berkas - berkas abba "
Jawab Safira yang membantu kyai Azka memakaikan sendalnya

" Na'am "
Jawab kyai Azka

......

" Mas.... Jangan ih! Ayo! Mungkin abba sama yang lain udah pada tunggu "
Laura sedikit kesal dengan suaminya itu, lantaran dari tadi perkataannya tidak di gubris sama sekali

" 5 menit lagi sayang... "
Manja Gus Gafi

" Mas.... Kenapa gini sih? Perasaan dulu gak gini deh "
Kesal Laura akhirnya

Gus Gafi yang dari tadi duduk berdua dengan Laura di kursi taman rumah sakit sambil meminum sebotol air, karena dari tadi Gus Gafi lelah mengurus berkas - berkas, ia mengajak Laura untuk berehat sejenak

Tadinya gua Gafi sedang bermanja - manjaan dengan Laura, dia memeluk sambil menduselkan kepalanya di ceruk leher Laura, tadinya Laura tidak masalah, pasalnya ini udah lama sekali, kasian yang lain sudah menunggu mereka

" Kenapa begitu? "
Gus Gafi kembali ke mode dingin

" Iya dong! Kan dulu mas asik marahin, pukulin, habis itu nyik- "

" Shuttt.... Jangan dibahas lagi ya? Insyaallah mas bakalan berubah "
Ucap Gus Gafi sambil menggenggam tangan Laura berusaha meyakinkan perempuan itu

" Udahlah mas Laura gak mau bahas itu, takutnya ini nanti keluar lagi air mata, udah ayo ke tempat abba "

Saat Laura beranjak dari duduknya, Gus Gafi dengan cepat menarik tangan wanita itu hingga terjatuh ke pangkuan Gus Gafi

Laura sedikit terkejut sebelum dirinya memukul pelan dada Gus Gafi

" Mas! Ini tempat umum! "
Ucap Laura sambil menggigit giginya dan mata yang dibuat melotot

" Kita udah sah sayang.... "
Ucap Gus Gafi sambil mengelus pipi Laura yang memerah itu

" Malu mas... "
Ucap Laura yang akhirnya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Gus Gafi

" Gak papa, lau? "
Panggil Gus Gafi lembut, ia menarik pelan dagu Laura agar wanita itu menatap dirinya

" Iya? "
Jawab Laura lembut

GAFI OR GUS GAFI?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang