Karena lelah menahan amarahnya, seorang wanita tertidur dengan menyenderkan kepalanya di jendela mobil, sudah terhitung 2 jam ia tertidur disana, sedangkan sang pengemudi terus fokus menatap jalanan yang ia tempuh.
Sekitar 2 jam sudah mereka berjalan, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan sang lelaki, ingat! Tujuan sang lelaki, bukan wanita. Tadinya Laura meminta agar diantar ke toko bunganya, karena ketiduran ia tak sadar bahwa Gus Gafi berhasil membawanya ke pasantren dalam keadaan dirinya tidak terlalu rapi.
" Huft... "
Lenguh Gus Gafi ketika mobilnya sudah terparkir sempurna di pasantren, ia melepaskan seat belt yang melingkar di badannya
Ia menatap dengan lembut dan teduh seorang wanita yang tertidur di sampingnya, ia sedikit tersenyum kala mengingat Laura yang memberontak tadinya
" Laura? "
Panggilnya pelan
Laura yang merasa terusik tidurnya membuka sedikit demi sedikit matanya, yang pertama ia lihat adalah pemandangan di depannya yang terlihat bangunan yang sedikit tidak asing baginya, tapi ia rasa ini bukan tokonya
" Ini bukan toko aku Gus "
Ucap Laura langsung menoleh ke arah Gus Gafi
" Benar "
Jawab Gus Gafi singkat dan membuka pintu mobil kemudian keluar dari sana
Ia menuju ke arah pintu Laura, kemudian ia buka dan mempersilahkan wanita itu turun
" Gus? Kok disini? "
Tanya Laura mengernyitkan keningnya ke arah Gus Gafi
" Karena memang tujuan awal kita kesini "
Jawab Gus Gafi dingin
" Kan aku udah bilang tadinya antar aku aja ke toko Gus "
Wanita itu berusaha sabar tanpa meninggikan suaranya
" Turun! Ikut saya "
Lelah meladeni istrinya itu, Gus Gafi berusaha menetralkan amarahnya, ia lelah Laura terus memberontak dari tadi, alhasil ia berjalan duluan menuju ndalem
Tak lama, datang seorang gadis berlari dari arah ndalem menghampiri mereka berdua
" KAK GAFI!!! "
Teriak gadis itu yang masih menjadi seorang anak kecil di mata Gus Gafi
" Salam dulu zea "
Peringat Gus Gafi sambil mengelus kepala adiknya itu, zea yang berada dalam pelukan Gus Gafi tertawa
" Hehehe maaf kak, assalamualaikum"
Ucap zea
" Waalaikumsalam"
Jawab Gus Gafi dingin
" Senyum dikit dong kak, jangan galak mulu "
Cemberut zea sambil membuat bibirnya seperti bebek
" Iya zea... Sana ajak kakak ipar kamu"
Ucap Gus Gafi sambil memandang mobilnya
" Ada kak Laura?! "
Senangnya
" Hm "
Jawab Gus Gafi
Tanpa memperdulikan Gus Gafi lagi, zea langsung berlari ke arah mobil untuk menghampiri kakak ipar kesayangannya itu
" Kak Laura?! "
Panggil zea yang membuat Laura terkejut dan mengelap dengan cepat air matanya
Memang itulah kebiasaan wanita itu, ia akan menangis ketika ia berusaha meredakan amarahnya
" Kakak kenapa? Kak Gafi nyakitin kakak lagi ya? "
Simpul zea dengan cepat
" Hah? Gak kok zea, mata kakak kelilipan "
Alibi Laura
" Zea gak percaya, zea udah besar kak, sekarang zea udah paham "
Ujar gadis itu dengan menatap iba Laura
" Hahahah kakak senang sekarang zea udah mulai dewasa "
Senyum Laura ke arah zea, ia merasa sedikit terhibur dengan kedatangan zea
KAMU SEDANG MEMBACA
GAFI OR GUS GAFI?
RomanceNOTE : untuk lebih nyambung sama ceritanya author sarankan supaya baca terlebih dahulu cerita author yang berjudul Gus Azka, karena ini merupakan lanjutan cerita dari Gus Azka, ini versi anaknya. SINOPSIS : Seorang gadis yang secara tidak sengaja...
