76 ( end )

1.8K 63 6
                                        

" cup cup cup imut banget sih sayang, kayak mamanya ih! "
Laura sedikit gemas dengan bayi yang berada di dalam pelukannya sekarang

" Iya dong, itu pasti, lihat ni emaknya, walaupun udah punya anak tapi... Beuh! Ga kalah sama gadis - gadis di luar sana "
Ujar Allea sambil membuat susu untuk bayinya itu

" Aduh kasian ya sayang mama kamu kepedean banget sih "
Ujar Laura berbicara dengan Fhonna, itulah nama bayi allea dan Raffael, dari tadi bayi itu terus tersenyum berada di dalam pangkuan Laura

" Harus sih, PD itu nomor satu hahahah "
Ujar Allea mendekat ke arah Laura dan Fhonna yang berada di sofa ruang tamu mereka

" Kayaknya dia suka deh sama kamu lau, lihat! Dari tadi dia tersenyum tanpa henti "
Ujar Allea seraya ikut tersenyum ketika melihat bayinya itu merasa nyaman berada dalam dekapan Laura

" Mungkin karena dia lagi komunikasi sama temannya yang disini "
Tunjuk laura ke arah perutnya itu

Sekarang Laura sedang mengandung, usia kandungannya susah menginjak 5 bulan, tadinya Gus Gafi tidak memberikan izin ketika Laura hendak pergi ke rumah allea

Tapi dengan segala jurusnya ia keluarkan agar diberikan izin oleh Gus Gafi bertemu dengan Allea dan juga Fhonna, ia juga sendirian di rumah gak ada yang bisa dikerjakan, ia juga berdalih kalau dirinya ngidam

" Kamu ga usg jenis kelamin anak kamu lau? "
Tanya Allea ketika mengelus lembut perut Laura yang tampak membesar itu

" Engga le, aku sama mas Gafi mutusin buat menerima anak kami apapun jenis kelaminnya nanti, biar sedikit jadi suprise buat kami "
Ujar Laura sambil menatap ke arah Fhonna dan menuju ke arah perutnya

" Iya juga ya, kalau gitu kita kan jadi excited banget nanti baut tau dia kelaminnya apa "
Ujar Allea sambil memberikan susu kepada Fhonna setelah mengambil alih dari Laura

" Iya benar, karena apapun itu kami bersyukur, toh lelaki maupun perempuan sama saja, mereka nantinya juga akan menjadi anak kami, titipan dari Allah "
Ucap Laura sambil mengelus perut buncitnya itu

" Iya benar, oh iya! Makan siang disini ya lau, aku udah suruh bibi masak banyak buat kita berdua "

" Kak Fael mana? "
Tanya Laura ketika mendengar Allea hanya menyebut mereka berdua saja yang akan makan siang

" Tadi katanya bakalan lembur, pulang malam mungkin, Gus Gafi gimana? "
Tanya Allea kembali, ia rasa jika suaminya itu lembur, mungkin saja Gus Gafi juga akan ikut lembur, karena sekarang ini sedang banyak pasien di rumah sakit yang harus ditangani

" Iya sama, mas Gafi juga lembur hari ini "

" Kalau begitu, makan disini aja, sekalian kita cerita - cerita, rasanya aku pengen habisin waktu jalan - jalan sama kamu lau, tapi sayang perut kamu udah makin besar, pasti susah buat jalan - jalan lama, terus ada Fhonna juga "
Ujar Allea sambil melirik ke arah bayinya itu

" Ga papa le, nanti kalau ni anak udah lahir kita kembali lagi kayak gadis ya, kita jalan - jalan keliling kota, semua mall kita jelajahi hahahah "
Sontak hal tersebut mengundang tawa dari keduanya

" Terus anaknya di titipin ke siapa? "
Tanya Allea sambil mengetuk - ngetuk jarinya di dagu

" Anu le, bapaknya dong "

Jawaban Laura berhasil membuat Allea tertawa keras, ia membayangkan kedua lelaki itu tampak rempong mengurus anak mereka nantinya, memberi susu, makan, mengganti popok, memandikan, sampai ganti pakaian, entahlah apakah mereka akan sanggup sendiri, membayangkannya saja membuat Allea tertawa hingga pinggangnya keram.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 12, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GAFI OR GUS GAFI?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang