" nak? Mana Gafi? "
Tanya kyai Azka ketika melihat Laura datang sendiri ke parkiran
" O-oh ke toilet abba "
Jawab Laura yang tak ingin tau bahwa dia sedang marahan dengan Gus Gafi
" Oh yasudah nak, kalau begitu kami duluan ya, kalian nyusul nanti aja, kalau mau jalan - jalan juga nggih gak papa, kan belum bulan madu "
Goda Safira
" Umma... "
Malu Laura
" Maafin abba ya nak, jadinya kalian tidak bisa menikmati pernikahan kalian yang baru sehari ini "
Ucap kyai Azka
" Gak papa abba, lagian juga abba tidak ingin semua ini terjadi "
Ucap Laura
" Makasih nak "
Ucap kyai Azka dan tersenyum
" Kalau begitu kalian duluan saja, abba masih butuh istirahat "
Ucap Laura
" Nggih nak, tunggu Gafi ya nak, jangan kemana - mana "
Ucap Safira
" Siap umma "
Jawab Laura sambil bercanda sedikit menghidupkan suasana yang tadinya tegang akibat salah prediksi penyakit kyai Azka
" Yaudah kami duluan ya kak "
Ucap zea
" Iya ze, hati - hati ya nyetirnya "
Jawab Laura
" Iya kak, kami permisi assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
.......
Sekitar 1 jam sudah Laura menunggu di parkiran, tapi Gus Gafi tak kunjung datang, dirinya takut disana sendirian
" CK! Mana sih mas Gafi? "
Kesal Laura sambil memainkan batu - batu yang berada di hadapannya itu
Tak sengaja seorang perawat lewat sambil membawa kursi roda kosong, sepertinya ia baru saja mengantar pasien
" Permisi sus "
Ucap Laura menghentikan langkah suster itu
" Iya? "
Jawab perawat itu ramah
" Em... Suster ada lihat Gus Gafi tidak?"
Tanya Laura sedikit segan, karena ia tidak pernah menanyakan Gus Gafi disini
" Gus Gafi? Maaf mbak saya tidak kenal, apakah beliau pasien? Atau keluarga pasien? "
Tanya perawat itu yang ikut bingung, mungkin ia bisa membantu menanyakan kepada temannya yang lain
" Em... Bukan sus, dia dokter, dokter Gafi "
Jawab Laura kembali sambil sedikit canggung menyebut Gus Gafi dengen embel dokter
" Oooo dokter yang terkenal ganteng itu toh? Oalah kenal saya mbak, saya kirain tadi yang keluar pasien hahahah "
Tawa ceria perawat itu tatkala mengingat di rumah sakit ini ada seorang dokter bernama Gafi dan dikenal dengan perawakan sempurnanya
" I- iya sus, lihat tidak? "
Tanya Laura kembali
" Ada mbak, tadi saya lihat di depan UGD "
Jawab perawat itu
" Baik sus, makasih ya, saya kesana dulu, assalamualaikum"
Salam Laura yang tergesa - gesa ingin segera menemui Gus Gafi, pasalnya perutnya dari tadi sudah mengkode, ia tidak sanggup lagi menahan lapar
" Sama - sama mbak, waalaikumsalam"
Jawab perawat itu dibarengi dengan senyumannya juga
Laura langsung menuju ke arah UGD yang tak jauh dari parkiran tempat dirinya menunggu Gus Gafi dari tadi, saat sedang berjalan, tak sengaja Laura bertemu dengan Theo, langsung saja sang empu memanggil teman suaminya itu
KAMU SEDANG MEMBACA
GAFI OR GUS GAFI?
RomanceNOTE : untuk lebih nyambung sama ceritanya author sarankan supaya baca terlebih dahulu cerita author yang berjudul Gus Azka, karena ini merupakan lanjutan cerita dari Gus Azka, ini versi anaknya. SINOPSIS : Seorang gadis yang secara tidak sengaja...
