73

3.5K 100 1
                                        

" kita mau kemana sih mas?! "
Kesal Laura yang dari tadi tangannya asik ditarik oleh Gus Gafi, ia dibawa entah kemana, hampir seluruh rumah sakit mereka telusuri

" Sabar dulu lau... Mas lagi cari juga "
Jawab Gus Gafi sambil matanya terus mencari orang yang ingin ia jumpai

" Cari apa? Aku udah capek mas, udah gak sanggup lagi jalan "
Ucap Laura sambil menghentakkan kakinya ke lantai, sungguh saja dari tadi ia terus menelusuri rumah sakit yang begitu luas, dengan perutnya yang kosong, ia tak sanggup lagi sekarang

Sret

Tiba - tiba saja Gus Gafi menggendong laura ala bridal style, sang empu yang digendong tampak sangat terkejut, katanya membulat seketika

" M-mas? Turunin "
Bisik Laura tepat di telinga Gus Gafi, ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Gus Gafi

" Gak papa sayang, kamu udah gak sanggup jalan kan? Bentar lagi kita bakalan ketemu "
Ucap Gus Gafi

" Sebenarnya siapa sih yang mas cari? Dari tadi aku tanya kenapa gak di jawab? "
Marah Laura sekarang

" Maaf sayang, mas cari Rini "
Jawab Gus Gafi menghentikan langkahnya dan menurunkan Laura dari dalan gendongannya

" Rini? Siapa? Pacar mas? "
Tuduh Laura langsung

" Astagfirullah! Tentu tidak sayang "
Jawab Gus Gafi langsung mengelak

" Fi? "
Panggil seorang perempuan dari belakang sambil menyentuh bahu Gus Gafi

" Rini? Maaf jangan sentuh saya "
Peringatan Gus Gafi langsung, meskipun ia sedang mencari perempuan itu tetapi ia tidak ingin timbul fitnah yang tidak diinginkan dari dalam pikiran istri tercintanya

" Eh? Sorry sorry gue lupa "
Ucap gadis itu kikuk

" Dia...? "
Tanya Rini penasaran sambil melirik ke arah Laura yang dari tadi menundukkan pandangannya, tampaknya wanita itu merasa takut dan gugup berhadapan dengannya

" Dia istri saya, Laura Valencia "
Jawab Gus Gafi

" Ooo yang tadi Lo kejar itu dia? Keren juga Lo fi udah punya istri aja, sedangkan gue masih ngejomblo "
Ujar gadis itu sambil diiringi tawanya

Berbanding terbalik dengan Laura, ia sedari tadi diam tak berani berkutik, ia takut mengganggu suasana disana

" Jelasin! "
Titah Gus Gafi tegas

" Hah? Jelasin apa? "
Tanya Rini bingung, apa yang harus ia jelaskan dengan Gus Gafi

" Jelaskan tentang hubungan kita kepada istri saya, karena ketika kamu menarik tangan saya tadi, tak sengaja istri saya salah paham "
Jelas Gus Gafi

" Eh? Iyakah? Sorry "
Ucap gadis itu seperti itu memiliki hati nurani, raut wajahnya hanya biasa saja, seakan - akan tidak ada penyesalan

" Jelaskan! "
Perintah Gus Gafi sekali lagi

Rini yang melihat Gus Gafi begitu sedikit menciut, ia terus menjelaskan hubungannya dengan Gus Gafi sebenarnya

" Kenalin gue Rini Sintya "
Ucap Rini sambil mengulurkan tangannya kepada Laura

Laura yang melihat hal itu dengan canggung menjabat tangan Rini dan mengenalkan dirinya juga

" Aku Laura Valencia"
Timpal Laura

" Okey! Udah kenalan dulu ini kan? "

Laura menganggukkan kepalanya

" Jadi Lo gak usah berpikiran negatif sama suami Lo, gue cuman teman masa kecil dia, terbilang cukup dekat sampai SMP, SMA kami pisah karena ortu gue kerja di luar negeri, masalah gue sentuh tangan suami Lo itu gue udah kebiasaan, gue sampe lupa dia alergi sama yang non mahram dia, kalau misal ditanya gue ada rasa sama dia? Of course ada dong... Itu dulu, maybe sekarang bisa muncul lagi kalau dia sering jumpa sama gue"
Jelas Rini sambil melirik sinis ke arah Gus Gafi

GAFI OR GUS GAFI?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang