" jadi? Ini saya di bercandain gitu? "
Tanya Gus Gafi yang duduk di sofa ruang tamu bersama yang lainnya untuk membicarakan maksud dari semua yang terjadi
" Bukan bercanda kak... Jaman sekarang itu namanya prank hahaha "
Ujar zea yang merasa senang mengerjai kakaknya itu, tapi mereka berniat baik kok, menyatukan dua insan yang telah lama berpisah
" Kamu tertawa? Atas semua yang terjadi kamu tertawa zea? "
Tanya Gus Gafi dengan tatapan tajam ke arah zea, sekarang wajahnya terlihat sangat dingin, mencekam, dan mengerikan, itulah definisi Gus Gafi sekarang ini
" Eh? Afwan kak "
Zea merasa takut dengan raut wajah Gus Gafi, sepertinya lelaki itu terbawa suasana hingga membuat amarahnya sedikit naik
" Kamu juga Theo, kenapa kamu disini? Untuk ikut serta mengerjai saya juga? "
Tanya Gus Gafi yang melihat Theo dari tadi duduk dengan keadaan gugup, disertai dengan tangannya yang terus dimainkan
" Eh a-anu Gus, kalau gue mah datang buat belajar Alquran Gus heheheh "
Jawab Theo sedikit takut dengan teman seperjuangannya itu, jujur semua orang akan menciut jika Gus Gafi sudah mode serius
" Afwan nak, ini semua karena abba dan umma, Theo abba undang agar menjadi saksi pernikahan kamu nanti, abba sudah hubungi teman kamu yang lain, sayangnya mereka semua sibuk, hanya Theo yang senggang "
Ujar kyai Azka
" Jadi abba tidak sakit? "
Tanya Gus Gafi
" Tidak nak, abba sehat saja "
Jawab kyai Azka
" Abba serius? Abba tau gimana perasaan saya ketika dikabarkan abba sakit? Saya khawatir abba saya khawatir, saya takut "
Ujar Gus Gafi begitu panik
Kyai Azka tersenyum, ia sangat senang mendengar penuturan gua Gafi yang sangat menyayangi dirinya meskipun mereka berada di jarak yang berbeda, mereka tetap memiliki ikatan yang kuat
" Afwan nak, abba salah, kedepannya abba tidak akan mengulang lagi, tapi abba cuman mau kalian bahagia "
" Astagfirullah... Maaf abba, tidak seharusnya saya membentak "
" Tidak nak, kamu tidak salah, abba senang kalau kamu khawatir dengan abba "
" Maaf abba "
" Nggih nak "
" Terus? Bagaimana kalian tau Laura tinggal bersama saya? "
Tanya Gus Gafi memandang ke arah kyai Azka dan Safira secara bergiliran
" Kemarin zea ke rumah sakit buat antar bekal kakak, sekalian zea lagi ada praktek disana juga, dan gak sengaja zea lihat kak Laura sama kak Gafi naik mobil bersamaan, dan disana ada kak Allea lagi ngintip kalian, zea samperin dan katanya beberapa hari kedepan kak Laura bakalan tinggal bareng kak Gafi, karena kak Laura sakit dan harus dirawat, Afwan jika zea berbuat sesuka hati "
Ujar gadis itu takut, matanya sudah berkaca - kaca, ia takut dimarahin oleh Gus Gafi
" Abba berencana untuk menikahkan kalian berdua sekarang juga nak, hari ini, agar semuanya berjalan sempurna kedepannya "
" Hari ini? Bukankah terlalu cepat abba? "
Tanya Gus Gafi
" Iyakah? Abba sudah menyiapkan semuanya, tinggal kita laksanakan nak, lagian biar kalian bisa menginap disini juga sekamar, abba udah pengen cucu, umma kamu selalu mengulang kata yang sama, kapan ia bisa menggendong bayi, sampai - sampai ia menyuruh zea menikah "
" Abba... Kok umma sih??? "
Kesal Safira dirinya kena tuduh
Kyai Azka mengedipkan matanya ke arah Safira agar mengikuti jalan permainannya
" Saya siap kok nikah sama ning zea "
Ujar Theo tiba - tiba
Menciut, Theo langsung terdiam dan menciut ketika mendapatkan tatapan tajam dari Gus Gafi, akhirnya ia memilih diam, membuat gerakan seakan - akan mengunci mulutnya
" Ka-kalau belum bisa Laura gak papa kok, kita bisa tun- "
" SAYA SIAP! "
Dengan cepat Gus Gafi memotong pembicaraan Laura, ia tak mau menunda ini lagi, karena hari inilah yang Gus Gafi tunggu - tunggu, ia sudah tak sanggup harus jauh - jauh dari Laura, ia harus selalu dengan dengan permata hatinya
" ALHAMDULILLAH! "
Ujar semuanya serentak dan bahagia
" OKEY! AYO GUE SIAP JADI SAKSI! YUHU! OTW PONAKAN "
senang Theo
" Apaan sih kak, lebay kali "
Ujar ning zea sedikit malas
" Eh? Maaf Ning, jangan lupa habis ini ajarin saya mengaji ya Ning '
Ujar Theo kecil - kecil
" Iyahh, udh besar masih belum bisa ngaji, malu ih! "
Ejek Ning zea
" Nak Theo kalau sudah siap berumah tangga langsung lamar anak saya ya, saya tau kamu tertarik dengan anak saya "
Ujar Safira mengedipkan matanya ke arah Theo
" UMMA.... "
rengek Ning zea
" Hehehe siap umma! "
Jawab Theo cepat
Ning zea menatap ke arah Theo dengan memutarkan bola matanya malas, ia sudah terbiasa dengan semua ini, lagian ia hanya menganggap ini bercandaan, ia tak tau aja kalau Theo serius dengan perkataannya
" Nggih mari kita ke masjid nak, abba sama yang lain sudah menyiapkan semuanya "
" Ta- tapi dengan pakaian begini? "
Tanya Laura, karena dirinya tampak sedikit lusuh dengan keadaan akan berpesta
" Tentu tidak sayang, kami sudah menyiapkan mua, pakaian, pelaminan, dan kita akan sedikit syakuran nantinya, ayo sayang ikut umma sama zea "
" Dan antum ikut abba dan Theo "
Tunjuk kyai Azka ke arah Gus Gafi
.......
Ting!
" Mas itu ada pesan "
Ucap Allea yang hampir tertidur di mobilnya
" Kita pinggir dulu ya, dari grup kerja mas ini "
Ujar Raffael
" Iya boleh "
Jawab Allea seadanya, lagian dia sudah sangat mengantuk
Raffael pun meminggirkan mobilnya, ia mengambil handphone-nya dan membuka obrolan grup serta pribadi
Setelah membaca dengan seksama, ia terkejut, shock, ia berusaha mencerna semua isi pesan itu, grupnya sangat ribut dengan undangan mendadak, begitu juga dengan pemberitahuan Theo yang begitu mendadak
" MASYAALLAH!!! "
Teriak Raffael senang
Teriakan Raffael membuat Allea terbangun terkejut, ia sangat kaget hingga membuat dirinya terbangun langsung
" APA? KENAPA? "
tanyanya shock
" Masyaallah sayang... Laura bakalan nikah lagi sama Gus Gafi, hari ini, bentar lagi, kita di undang, kita harus segera ke pasantren Al - Huda, mereka akan melaksanakan pernikahan 3 jam lagi, semuanya dapat undangan mendadak, rumah sakit Gus Gafi dicutikan tugas hari ini, kantornya juga, masyaallah "
Ujar Raffael panjang lebar, ia kelewat senang, kenapa bisa semendadak ini??
" Apa sih mas? Aku gak paham, coba pelan - pelan "
Maklum guys baru bangun tidur
" Sayang... Laura teman kamu bakalan nikah sama Gus Gafi bentar lagi, 3 jam lagi, di pasantren Al - Huda, pasantren nya Gus Gafi, ini semua mendadak, mereka mengatur semua ini "
" WHAT?! "
" Kenapa aku gak dikabarin??? "
Tanya Allea
" Coba buka hp kamu mana tau ada, kamu dari tadi kan tidur sayang "
Allea segera meraih handphonenya dalam tas dan membuka obrolan, benar saja Laura sudah mengabarkan dirinya dengan banyak pesan
" Lah iya, ini Laura kabarin, ya Allah senang banget deh "
" Kalau begitu kita kesana? "
Tanya Raffael sambil mengelus lembut kepala Allea
" Heem! "
Jawab Allea sambil menganggukkan kepalanya senang
KAMU SEDANG MEMBACA
GAFI OR GUS GAFI?
RomanceNOTE : untuk lebih nyambung sama ceritanya author sarankan supaya baca terlebih dahulu cerita author yang berjudul Gus Azka, karena ini merupakan lanjutan cerita dari Gus Azka, ini versi anaknya. SINOPSIS : Seorang gadis yang secara tidak sengaja...
