Tidak banyak koleksi foto yang tersisa, mungkin sama sepertiku yang ingin melupakan masa lalu dengan menghapusnya. Kau pun sama, kurasa.
Sebersit rindu mampir di langit-langit kamarku yang temaram. Semua tentangmu yang tertinggal di masa lalu berkelebatan meminta segera disuarakan. Ah, lucu sekali jika harus kembali menyuarakannya dalam bentuk puisi melankolis yang mengundang air mata.
Setiap manusia punya masa lalu. Entah itu tentang cinta, cara menemukannya atau justru kenangan terindah di dalamnya. Dalam kisahku, kamu adalah bagian penting dari caraku memahami makna rasa dan cinta. Kamu adalah anasir kecil yang waktu saja sulit menghapusnya. Tapi bagimu, mungkin aku hanya lalu lalang bus kota di halte. Tidak terlalu penting bagimu yang tidak menunggunya. Dan kemungkinan terbesarnya, detik ini aku telah tertinggal jauh di masa lalumu. Terkubur bersama kenangan-kenangan tidak penting dalam hidupmu.
Ya. Aku pikir ini terlihat menyedihkan untukku. Cinta yang bertepuk sebelah tangan. Rasa yang tak terbalas. Terlalu bodoh mengharapkan cinta manusia, tapi bodo amat. Setiap manusia bebas memilih untuk menjalani kehidupannya seperti apa. Bebas memilih ingin menjadi seperti apa. Bagiku ini menyenangkan.
Kenapa? Aku tidak butuh penjelasan yang masuk akal. Aku menyukainya. Ya. Hanya itu. Aku menyukai kisah hidupku. Ini menyenangkan.
Bayangkan jika aku tidak pernah patah hati, apakah lantas aku bisa membagi kisahku dalam bentuk tulisan? Bayangkan jika aku terus bahagia, apakah lantas aku bisa mengenang luka dengan seulas tawa? Bayangkan jika aku lupa dengan segala masa lalu menyedihkan itu? Apakah aku bisa mengabadikannya dalam berlembar-lembar kertas yang sekarang dibaca banyak orang?
Bayangkan! Bayangkan jika aku tidak bertemu denganmu. Mungkin hari ini tidak akan pernah ada karya-karyaku yang berjejer di etalase best seller. Bayangkan jika kamu tidak menyakitiku. Mungkin hari baik ini tidak akan pernah ada.
Maka aku ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih sudah menjadi bagian penting di hidupku. Terima kasih sudah memberikan suka dan duka di masa lalu. Terima kasih aku ucapkan. Tanpamu, aku bukan siapa-siapa.
-Bengkulu, 6 Agustus 2022
*Ceritanya ini aku sudah sukses menjadi penulis hebat, hehe.

KAMU SEDANG MEMBACA
Patah Hati Paling Disengaja
PoetryAi, kamu mungkin bukan manusia sempurna. Aku tahu semua mata memandangmu sebagai sampah. Aku tahu sebenci apa kamu pada semua yang menganggapmu rendah. Tapi bagiku, kamu adalah sepotong senja yang Tuhan kirim lewat tirai jendela. Iris pekatmu menja...