Darimu Aku Belajar Menyederhanakan

2 1 0
                                    

Sejak bertemu denganmu aku percaya kalau ternyata manusia seperti 'Ai' itu nyata. Kamu suka senja, pengetahuanmu luas, kamu suka membaca buku, dan kamu berbeda. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya, tapi kamu sungguh berbeda.

Aku tidak berharap banyak padamu sampai akhirnya gadis itu bicara hal-hal yang telat aku sadari. Kamu miliknya dan aku tidak menyadari itu dulu. Aku lupa kalau kamu bukan milikku.

***

Aku sadar bahwa mungkin kamu tidak bisa menjadi milikku. Dulu, sekarang dan nanti. Tapi tidak apa, bukankah darimu aku belajar tentang 'sederhana'? Maka biarlah aku menyederhanakan apa yang sudah ada di depan mata.

Kamu punya pilihan dan aku menyadari itu. Kamu berhak memilih dan aku layak untuk pulih. Terima kasih. Petik gitarmu masih menjadi alunan yang aku suka. Vokal indahmu akan tetap menjadi bunyi yang membuat senyumku merekah. Meski kamu tidak pernah bisa kusapa rumah.

***

Dalam rentang empat tahun terakhir aku punya tiga kisah renjana yang hatiku akui. Pertama,  sosok perdana yang kalimatnya membuat aku terpana—lalu aku sadar bukan kalimat manis yang kepalaku ingin.

Kedua, jiwa serupa malam yang tidak pernah kusangka akan punya peran penting dalam caraku memahami dunia.

Ketiga, dia yang dulu pernah singgah dan kembali datang saat aku perlahan mengerti soal cinta. Dia yang membuat aku sadar bahwa hidup ini sederhana. Sesederhana bagaimana kita ingin memahaminya.

Patah Hati Paling DisengajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang