Aku tutup, ya. Perasaan 10 tahun yang kusimpan sendiri sudah cukup. Aku pamit dan terima kasih.
***
Mungkin episode mencintaimu sudah usai. Malam itu, kala langit ditaburi formasi bintang gemintang dan separuh bulan bercahaya. Aku masih punya harapan kau akan kembali meski dia berkali-kali bilang bahwa tidak ada gunanya menantimu yang entah hatinya untuk siapa.
Kala itu meski disadarkan berkali-kali aku juga masih berharap mimpi bahariku hidup bersamamu akan Tuhan iyakan. Separuh hatiku tetap bilang untuk menunggu setidaknya setahun lagi, sampai kau pulang, walau dia bilang 10 tahun sudah lama sekali.
Aku keras kepala mencintaimu yang serba sempurna, setidaknya begitu bagiku. Sampai akhirnya kabar yang paling kuantisipasi itu terdengar di telinga. Gadis yang memenuhi doa-doa di sepertiga malammu akhirnya beranjak juga dari persembunyian.
Aku pikir siapa, ternyata masih dia yang kamu damba. Kabarnya tahun depan kamu akan melamarnya. Kenapa cepat sekali? Maksudku, rencana satu tahun lagi menunggumu akan dibatalkan hari ini. Kau sempurna telah memorak-morandakan jagat semestaku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Patah Hati Paling Disengaja
PoetryAi, kamu mungkin bukan manusia sempurna. Aku tahu semua mata memandangmu sebagai sampah. Aku tahu sebenci apa kamu pada semua yang menganggapmu rendah. Tapi bagiku, kamu adalah sepotong senja yang Tuhan kirim lewat tirai jendela. Iris pekatmu menja...