[11] Resah

3 0 0
                                    

"Nat, lo nggak mau coba dulu?"

Natya yang semula fokus menatap layar komputer sekarang menoleh pada Akash yang duduk di sisinya. Dia mengernyitkan dahi, menatap Akash tidak mengerti.

"Coba apaan?" tanyanya bingung.

Akash menggaruk tengkuknya kikuk. Dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya. Dan sepertinya keberanian itu hilang sudah ditelan wajah penasaran Natya yang memberondong dirinya.

"Hmm, nyobain ice cream cokelat," jawabnya asal. Entah apa saja yang terlintas di kepala asal jangan tentang kebenaran di hatinya.

Natya menyelidiki wajah Akash yang aneh. Lima detik, gadis itu geleng-geleng kepala. "Apaan, sih lo Kash! Gaje banget!" Natya memutar kepala dan kembali fokus pada komputernya.

Akash hanya bisa menyeringai lebar dan menatap separuh wajah Natya. Entah kapan dia punya keberanian untuk bilang tentang apa yang sudah lama tertanam jauh di dasar hatinya. Mungkin besok, lusa, bulan depan, tahun depan atau tidak selamanya.

Patah Hati Paling DisengajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang