Kepada September dan semua yang ada di dalamnya.
Pertama, terima kasih pada Tuhan; lalu kepada manusia-manusia baik yang selalu mendengarkan tentang hari baik, juga hari-hari yang melelahkan. Yang entah bagaimana caranya, meski September terasa berat dan brengsek, setidaknya masih ada hari-hari yang menyenangkan. Terima kasih celetukan dan candaan random yang membuat tertawa.
Kita percaya bahwa hidup adalah serangkaian masalah dan solusi yang akan datang setiap harinya dengan cara yang berbeda. Maka kita hanya perlu menjalaninya, kan? Seberat apapun hari esok, semoga Oktober punya cerita yang lebih baik.

KAMU SEDANG MEMBACA
Patah Hati Paling Disengaja
PoetryAi, kamu mungkin bukan manusia sempurna. Aku tahu semua mata memandangmu sebagai sampah. Aku tahu sebenci apa kamu pada semua yang menganggapmu rendah. Tapi bagiku, kamu adalah sepotong senja yang Tuhan kirim lewat tirai jendela. Iris pekatmu menja...