Terima Kasih Sudah Pulang

3 0 0
                                    

Ai, terima kasih, ya sudah pulang. Aku selalu senang setiap kau ada di kota ini. Aku selalu suka menemanimu mencari cat akrilik favoritmu, lalu dengan motor tuamu yang masih kokoh, menyusuri kota dengan sekeping jingga di langitnya.

Menemanimu melukis pantai dengan awan indahnya sembari ditemani ice cream cokelat andalan kita. Lalu, pulang dengan setangkai bunga sembari menikmati malam dan dinginnya.

Empat tahun terakhir pertemuan kita tidak pernah lama, Ai tapi tidak apa. Bukankah sebentar lagi urusanmu akan usai di kota istimewa itu dan kau akan kembali ke kota kita.

Aku akan bersabar sampai hari itu tiba, Ai. Besok kau akan pulang, kan? Hati-hati, ya. Kau mau tahu tidak? Setiap mengantarmu ke bandara, aku selalu tersenyum, seolah aku baik-baik saja. Kau tidak tau saja kalau sepulangnya, aku menangis sejadi-jadinya.

Itu artinya aku harus menunggu satu tahun lagi untuk menatap teduh netra hazelmu, Ai. Ditambah pula rindu yang kerap jatuh di jendela kamar, datang tiba-tiba tanpa diundang.

Patah Hati Paling DisengajaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang