Ai, sekarang aku tahu kalau kau jauh dari kata baik-baik saja seperti yang selama ini aku sematkan pada kehidupanmu yang paripurna. Kau tidak sekuat yang aku sangka, ternyata.
Ai, apapun yang sedang kau hadapi saat ini, ingatlah bahwa kau tidak sendiri. Kenapa beban itu dilimpahkan di pundakmu? Karena Tuhan tahu kau mampu memikulnya.
Percayalah, kau lebih hebat dari apa yang kamu pikirkan. Aku ingin bilang bahwa kau terkesan denial, Ai. Kau tak pernah ingin terlihat lemah, kau selalu ingin terlihat kuat.
Tapi percayalah bahwa untuk merasa tidak baik-baik saja itu tidak apa. Kau boleh marah, kau boleh menangis, kau boleh merasa tak berdaya, kau juga manusia, Ai.
Sama seperti yang lainnya, dimensi kemanusiaan juga melekat pada dirimu dan jangan pernah menyangkalnya. Tapi kemudian iya, kau harus kembali menyadari bahwa hidup adalah serangkaian masalah dan solusi yang berganti setiap hari.
Kau hanya perlu menghadapinya untuk hari ini. Jadi, kumohon validasi semua perasaan dalam dadamu, Ai. Akui saja, jangan disangkal. Kau tidak mau bom waktu itu meledak tanpa kau minta, kan?

KAMU SEDANG MEMBACA
Patah Hati Paling Disengaja
PoetryAi, kamu mungkin bukan manusia sempurna. Aku tahu semua mata memandangmu sebagai sampah. Aku tahu sebenci apa kamu pada semua yang menganggapmu rendah. Tapi bagiku, kamu adalah sepotong senja yang Tuhan kirim lewat tirai jendela. Iris pekatmu menja...