Kembali lagi sama gue, dukung terus cerita gue yaa.
Jangan lupa vote and comment.
Thank you ❤.
________________________________________________
HAPPY RIDING🍁
^
^
^
Tibalah saat nya makan malam, seharian mereka habiskan dengan beristirahat. Sudah sangat lama mereka tidak merasakan tidur yang nyenyak, dengan kondisi lexa yang sudah sangat membaik membuat mereka bisa lebih tenang dan istirahat sebagaimana mestinya.
"Hei bangun.."panggil qeyla membangunkan jake yang tertidur nyenyak disofa ruang santai mereka. Dengan mata yang setengah tertutup jake pun dapat melihat ruangan itu kosong tidak berpenghuni selain dirinya dan qeyla.
"Dimana mereka?"tanyanya mencoba bangkit dari tidurnya, "twins istirahat dikamar mereka masing-masing, sedangkan riel istirahat di kamar tamu"jelas qeyla dan jake pun hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
Cup..
"Jake.."protes qeyla karna jake mengecupnya secara tiba-tiba, "mengisi energi hehe"jawabnya santai dengan cengiran yang menjadi ciri khas dirinya. "Sana cuci muka dan pergi ke ruang makan, aku udah siapin makan malam"perintah qeyla pun hanya dijawab dengan hormat'an oleh jake.
Melihat kepergian jake qeyla tentu tidak bisa menahan senyumnya, dan ikut pergi untuk membangunkan mereka semua. Menurutnya, membangunkan mereka adalah tugas terberat yang ia punya.
Tok..
Tok...
Tok....
Ceklek..
"Makan malam sudah siap"ucapnya kepada lelaki dengan wajah lesu nan tampa, "hmm.."balasnya dan ingin menutup pintu kamarnya kembali.
Dengan cepat qeyla menahan pintu besar itu sebelum tertutup sempurna "jangan tidur lagi, lo belum makan sedari pagi"seru qeyla mengingatkan.
"Iya qeyla... Iyaa.. Gue cuman mau cuci muka doang"balasnya dengan jiwa setengah sadar. Mendengar itu qeyla pun melepaskan tangannya dari pintu dan berucap lagi "kalau begitu, tolong bangunkan devan"lagi dan lagi hanya dijawab dengan deheman dari devon.
Merasa sudah beres berurusan dengan twins ia pun beralih menuju kamar tamu. Dan belum sempat ia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu yang ada dihadapannya.
Orang yang berada didalam sudah lebih dulu membuka pintu besar itu, "makan malam sudah siap, ayo ikut turun ke ruang makan"ucap qeyla menjelaskan niatnya datang ke sana.
"Hmm thanks"hanya jawaban itu lah yang riel berikan kepadanya, ia tidak merasa aneh lagi dalam menghadapi orang-orang yang memiliki sifat seperti riel. Karena dalam hidupnya, ia sudah dikelilingi oleh tiga orang yang bersifat sama.
"Lo tau tempatnya kan?"tanyanya memastikan agar riel tidak tersasar, dan riel pun menganggukan kepalanya tanda ia tau dimana letak ruangan itu. " Kalau gitu lo duluan aja, gue mau bangunin lexa dulu".
Belum beberapa langkah qeyla pergi dari hadapannya, dengan cepat riel menahan kepergiannya "biar gue yang pergi"ucapnya. Qeyla sempat ragu akan permintaan riel, tapi karna ia mengerti situasi dan kondisi saat ini jadi mau tidak mau ia membiarkan riel lah yang pergi.
"Yaudah kalau gitu, jangan lama-lama. Kita semua menunggu kedatangan lo berdu-"pernjelasan qeyla belum selesai, dengan enaknya riel langsung pergi meninggalkan qeyla untuk menjemput lexa, "dasar"gumamnya dan turun ke ruang makan.
Tidak butuh waktu lama untuk riel tiba disana, saat ini ia sudah berada tepat didepan pintu kamar milik lexa. Tidak mengetuk, tidak juga bersuara, riel hanya diam membeku didepan sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOZHALENIYE
Ficção AdolescenteSOZHALENIYE merupakan salah satu kata yang berasal dari rusia dan memiliki arti yaitu penyesalan. ------------ Jangan lo fikir karna gua sayang sama lo, jadi gua gak bakal bisa benci sama lo setelah lo menghina gua, mempermalukan gua, dan mencacimak...
