Halooo... Wow akhirnya kita kembali lagi di part selanjutnya.
Thanks yaa, kalian selalu dukung cerita ini hingga detik ini, dan makasih karna kalian mau menunggu semua proses yang ada.
Jangan lupa vote n comment okeyy.
__________________________________________________
HAPPY RIDING🍁
^
^
^
"Nyonya Alexander mengalami kembalinya pertumbuhan kanker otak pada tubuhnya, dan untuk kepastian memasuki stadium berapa, saya rasa sebaiknya nyonya alexander harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit".
Mendengar apa yang dokter itu katakan, seketika itu juga tubuh riel terasa kaku akibat sangking merasa terkejut dibuatnya. "Tidak, ini tidak mungkin..".
"Jika tidak secepatnya mengambil tindakan, saya takut perkembangan penyakit ini akan semakin cepat dan hal itu tentu sangat membahayakan nyonya alexander, bahkan dapat mengakibatkan kemat-".
"Stop!! Jangan ucapkan hal itu"tegas riel masih dengan tatapan yang tidak fokus akibat dari rasa keterkejutannya mengenai fakta ini.
"Bagaimana bisa aku seteledor ini sampai tidak mengetahui kalau penyakit itu datang kembali".
"Lo bodoh el. Lo bodoh!!!".
"Kalau begitu saya pamit undur diri, dan mungkin dalam beberapa jam lagi nyonya alexander akan kembali sadar"jelas dokter itu melihat jam yang melingkar indah ditangannya.
Riel memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar lexa untuk menemani lexa hingga sadar, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 03.23 GMT dan lexa masih belum sadarkan diri, bahkan riel sudah tertidur dengan posisi duduk disamping kasur lexa dengan tangan yang setia menggenggamnya.
Perlahan demi perlahan mata indah bak lautan terang milik lexa pun terbuka, hal pertama yang ia rasakan tentu rasa pusing yang cukup kuat namun dapat ia tahan, dan juga harumnya pewangi ruangan ciri khas kamarnya dengan mudah ia dapat rasakan.
Dan satu hal yang mengganjal pada tangannya, dengan susah payah ia memiringkan kepalanya untuk melihat apa yang ada disampingnya, dan dapat dia pohat dengan jelas wajah tampan dengan pahatan yang bisa dikatakan sempurna bak dewa yunani sedang tertidur pulas disampingnya dengan tangan yang tidak terlepas untuk menggenggamnya.
*Lexa PoV*
Dengan perlahan aku mencoba untuk menggerakan tangan kananku yang rasanya sedikit lemas dan susah saat digerakkan. Perlahan tapi pasti akhirnya dengan cukup usaha lebih aku bisa mendaratkan jemariku untuk menelusuri wajah tampan milik seseorang yang berstatus sebagai pacar dalam hidipku.
Tidak terasa akibat dari pergerakan jemariku, perlahan mata abu-abu terang kehijauan milik lelakinya yang biasa menunjukkan tatapan tajam nan tegas terbuka dengan mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan dengan gelapnya kamar yang hanya diterangi dengan cahaya sinar rembulan yang masuk dari sela jendela.
"Engh...".
Sungguh aku melihat riel yang seperti ini sangatlah lucu, bagaimana bisa lelaki yang ada dihadapan ku ini ditakuti oleh orang-orang padahal tingkahnya saat bersama ku layaknya seperti anak kecil yang sangat imut.
"Kau sudah bangun"serunya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Aku hanya bisa tersenyum melihat dirinya yang seperti anak kecil saat ini. "Kenapa kamu senyum seperti itu?"pertanyaan polos macam apa ini, bagaimana bisa dia begitu sangat lucu. "Gemes banget sih pacar aku ini"ucapku sambil menangkup kedua pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOZHALENIYE
Fiksi RemajaSOZHALENIYE merupakan salah satu kata yang berasal dari rusia dan memiliki arti yaitu penyesalan. ------------ Jangan lo fikir karna gua sayang sama lo, jadi gua gak bakal bisa benci sama lo setelah lo menghina gua, mempermalukan gua, dan mencacimak...
