Part 79

120 2 0
                                        

Halooo... Wow akhirnya kita kembali lagi di part selanjutnya.

Thanks yaa, kalian selalu dukung cerita ini hingga detik ini, dan makasih karna kalian mau menunggu semua proses yang ada.

Jangan lupa vote n comment okeyy.
__________________________________________________
HAPPY RIDING🍁
^
^
^
Semakin hari penyakit lexa semakin menunjukkan efek yang seringkali cukup membahayakan lexa. Ada satu ketika, dimana lexa, devan, dan riel sedang pergi untuk membeli cemilan untuk mereka berjaga di rumah sakit.

Dan kalian tau apa yang terjadi? Lexa menghilang dari pandangan mereka, setelah menyadari devan dan riel tentu merasa sangatlah panik dibuatnya, hingga ketika riel pergi memeriksa daerah luar supermarket sekitar 500m dari sana, riel mendapati lexa berdiri membeku ditengah jalanan yang cukup ramai dan hampir tertabrak sebuah mobil yang melaju kearahnya.

Dengan cepat riel berlari sekencang mungkin untuk pergi menyelamatkan lexa yang masih membeku seperti tidak sadarkan diri bahwa ia sudah melangkah ke tengah jalanan yang ramai oleh kendaraan. Langsung saja riel memeluk tubuh lexa dan melindunginya dari arah laju mobil.

Tinn!!!

Tinn!!!

Cittt....

"HUAAA!!!!".

Seketika itu juga terdengar dencitan keras yang menandakan adanya gesekan antara ban karet tersebut dengan aspal hitam yang membekaskan noda dari kejadian itu. Tidak hanya itu, banyak sekali orang yang berteriak melihat kejadian yang dalam sekejap bisa menjadi sesuatu hal yang sangat buruk.

"Kamu gapapa?"tanya riel memastikan keadaan lexa yang berada dalam pelukannya, sedangkan lexa masih diam membuka setelah tersadar dari luar pikirannya.

Lexa tidak bergerak, menjawab, ataupun merespon ucapan riel. Yang terjadi saat ini hanyalah satu tetes air mata keluar begitu saja dari kelopak mata indah milik lexa yang memperlihatkan rasa takut yang sangat mendalam dari dirinya.

Tidak banyak bicara, riel pun segera menarik kembali lexa kedalam pelukannya dan mencoba untuk menenangkan mental lexa yang cukup terguncang "it's okey, kamu sudah aman bersama ku". Kalimat itulah yang secara terus menerus riel bisikkan kepadanya.

Setelah lexa merasa sedikit tenang riel pun segera membawanya kembali untuk menemui devan yang saat ini masih sangat khawatir mencari dan menunggu kabar mengenai lexa. Dan saat melihat lexa sudah aman bersama riel, dengan cepat ia menghampiri keduanya dan segera menarik lexa ke dalam pelukannya.

"Thanks God"gumam devan akhirnya dapat bernafas lega melihat keadaan lexa, "kamu baik-baik saja kan?"serunya dalam pelukan itu. Lagi dan lagi, bukan jawaban yang devan terima tetapi isakan tangis yang sangat pelan lah menjadi jawaban untuknya.

Mendengar isakan yang keluar dari mulut lexa, dengan penuh kasih sayang devan pun semakin memperdalam pelukan mereka untuk memberikan rasa aman kepada adik kecilnya yang saat ini pasti merasa sangat ketakutan.

"It's okey, ada abang disini. Suthh... semua pasti baik-baik saja".

***
Sudah sebulan lebih dari kejadian lexa hampir tertabrak mobil karena tidak dapat mengontrol kesadarannya, dan tidak jarang juga hal itu kembali terjadi dan kembali hampir mencelakai lexa. Hingga mereka pun membuat keputusan untuk tidak akan membiarkan lexa pergi seorang diri.

Dan yaa, hingga detik ini lexa tidak mengetahui kalau bahwasanya mereka sudah menyadari tentang efek penyakit yang ia derita, dan yang lain pun tidak secara terang-terangan selalu menemani lexa dengan alasan menjaganya, mereka selalu membuat setiap keadaan menjadi sangat natural.

SOZHALENIYETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang