Part 72

74 2 1
                                        

Kembali lagi sama gue, dukung terus cerita gue yaa.

Jangan lupa vote and comment.

Thank you ❤.

________________________________________________

HAPPY RIDING🍁
^
^
^

"El!! Hidung lexa!!"teriak qeyla panik dibuatnya.

Mendengar hal itu, devan pun segera menyingkirkan ember stainless yang ada didekat lexa. Agar dapat mempermudah riel merawat adik kecilnya itu.

Dengan telaten riel menyeka darah yang keluar dari hidung lexa menggunakan sapu tangan miliknya, hingga tibalah dokter disana.

"Saya mohon semuanya silahkan keluar, agar saya dapat lebih leluasa memeriksa nona alexa"ucapnya dan mereka pun dengan berat hati memilih untuk mengikuti yang dikatakan sang dokter.

Lagi dan lagi, mereka harus merasakan perasaan yang menyesakkan seperti saat ini. Sungguh, mereka sangat muak dengan perasaan ini.

"Saya mohon Tuhan.. Hiks.. Selamatkan lah lexa adik saya.. Hiks.. Saya tidak akan sanggup melihatnya mendapat ujian hidup seberat ini Hiks.."seru qeyla dengan tangisan yang pecah.

Masing-masing dari mereka tentu mengirimkan doa, karena mereka tau. Hanya Tuhan lah yang dapat menyelamatkan lexa dalam keadaan ini.

"Hamba mohon.. Angkatlah segala sakit penyakit yang ada pada tubuh adik kecil kami Bapa. Hamba hanya berserah kepadamu Hiks..."seruan devon dalam doa terdalamnya.

"Siapalah kami ini Tuhan. Hamba hanya manusia hina yang bisanya cuman memohon dan memohon kepada Mu, dan hamba mohon Tuhan, angkat lah sakit penyakit yang ada pada princess kecil hamba. Hanya dia lah alasan terbesar hamba bisa bertahan dalam hidup ini, hamba mohon..."pilu devan dalam doanya.

"Hanya satu permohonan ku. Selamat kan lah lexa.. Hamba mohon"tampa sadar setelah melantunkan doanya riel pun meneteskan air matanya.

Semua diam dalam rasa takut mereka masing-masing, dan berharap agar lexa akan baik-baik saja.

***
Hari berganti hari, dan ini sudah seminggu dari kejadian segala fakta yang diketahui oleh lexa.

Dan yaa beberapa hari ini mereka memilih untuk bergantian dalam merawat lexa seperti biasanya. Dan tibalah malam ini riel dan jake yang menjaganya.

"Gue tidak berharap lo ingat semua yang terjadi, yang terpenting saat ini hanya kesembuhan lo.."gumam riel menatap lembut wajah lexa yang sedang terlelap.

Jika bertanya jake kemana? Seperti biasa ia sedang keluar untuk sekedar mencari udara dan menolfon belahan jiwanya.

"Engkhh...".

Ringkihan lexa pun dapat membuat riel kembali tertarik ke dunia nyata, dan dengan perlahan ia membantu memperbaiki letak selimut pada tubuh lexa.

Dan dengan perlahan mata biru pun terlihat dari wajah cantik miliknya, riel yang melihat itu sempat tertegun akan kecantikan lexa yang tidak pernah pudar.

"Sorry.. Gue ganggu tidur lo"ucap riel dengan suara pelannya.

"Engga kok.."jawabnya mencoba untuk bangkit dari tidurnya, tentu riel dengan cepat membantu agar lexa dapat lebih mudah bergerak.

"Jake kemana?"tanyanya melihat ruangan sekitar tidak ada keberadaan abang satunya itu.

"Keluar sebentar".

Lexa yang mendengar jawaban itu pun hanya menganggukann kepala tanda mengerti akan maksudnya.

"El, sorry tolong air minum dong"pintanya kepada riel yang memang lebih mudah menjangkau air didekatnya.

SOZHALENIYETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang