62 || Die?

50 9 0
                                        

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa kini sudah pukul 07:00 pagi kembali. Terlihat Hyejin yang masih berbaring diranjangnya, dengan kedua bola matanya menatap langit-langit kamar.

Sesekali ponsel disampingnya bergetar, pertanda ada notifikasi masuk. Namun Hyejin tidak terlalu menggubrisnya karena ia tahu itu pasti dari teman-temannya.

Dua hari yang lalu, Hyejin berjanji akan masuk sekolah setelah beristirahat satu hari. Tapi kenyataanya, dua hari, yaitu kemarin dan hari ini Hyejin masih belum masuk sekolah.

Bukan tanpa alasan, hanya saja Hyejin ingin fokus untuk membereskan masalah dengan Nattan. Ditambah Nattan kemarin bilang bahwa hari ini adalah hari puncak dari masalah, tentu saja dirinya tidak mau melewatkan.

Hyejin kembali mengingat perkataan Nattan, yang mengatakan bahwa Hyejin sendiri sudah mengerti dan tahu siapa pelaku dibalik semua ini. Tapi Hyejin sendiri bingung, "Bagaimana jika aku salah?"

Hyejin menghela nafas malas, baru kali ini ia tidak bisa memecahkan teka-teki yang berkaitan dengan Nattan.

Karena masih belum mendapatkan jawaban pasti, akhirnya Hyejin memilih untuk mengambil ponselnya, berniat untuk menghubungi Jeremy.

Baru saja ia mengirim pesan "Halo" Jeremy sudah langsung menelpon Hyejin.

Call

"Halo Hyejin. Maaf, akhir-akhir ini aku sangat sibuk sampai tidak memperhatikan mu."

"Tidak apa-apa tuan."

"Kenapa kau memanggilku tuan? Aku bukan tuanmu, aku ayahmu Hyejin."

Hyejin sempat terdiam sejenak karena terkejut, ia juga malu untuk menyebut Jeremy sebagai ayah. Tapi perlahan-lahan, Hyejin mulai memberanikan dirinya, "Baik, a-ayah."

Jeremy terkekeh, "Terimakasih..."

"Bukan masalah bagiku. Ouh yah, aku ingin bertanya sesuatu a-ayah..."

"Ada apa Hyejin? Tanyakan saja."

Hyejin pun menjelaskan maksud dari niatnya menghubungi Jeremy, yang adalah bertanya tentang keakraban Nattan dan Luis.

Jeremy awalnya sempat heran, kenapa Hyejin bertanya soal itu? Dan bagaimana Hyejin bisa tahu tentang Nattan dan Luis?

Namun disitu, Hyejin berusaha meluruskan maksudnya. Dimana, ketika ia dulu masih bersama ibunya, yaitu Minjin. Pernah bercerita tentang tiga sosok laki-laki yang menyukainya. Yaitu Jeremy, Nattan, dan Luis. Hal itu membuat Hyejin penasaran dan ingin bertanya langsung kepada Jeremy.

Mendengar itu, Jeremy pun dengan senang hati menceritakannya. Dimana, Jeremy, Nattan dan Luis sempat berteman. Hubungan antara Jeremy dengan Nattan cukup bagus, kecuali dengan Luis.

Jeremy merasa bahwa Nattan dan Luis seperti minyak dan air yang tak bisa disatukan. Bahkan ketika mereka berpas-pasan dijalan, mereka berdua memilih untuk memutar balik jalan. Dari situlah Jeremy bisa menyimpulkan, jika Luis dan Nattan tidak berteman, melainkan dua orang yang saling bermusuhan.

Hyejin yang mendengar cerita Jeremy, dibuat semakin kebingungan. Hyejin lalu kembali bertanya, apakah Jeremy mengenal orang yang bernama Yuna.

Jeremy mengaku, bahwa dirinya tidak terlalu mengenal banyak orang karena waktu itu ia hanya fokus kepada Minjin. Jika tidak salah, Yuna adalah orang yang tidak sukai Minjin dulu. Entah apa alasannya, tapi Jeremy hanya mengetahui sampai titik itu saja.

Hyejin kembali dibuat terdiam, ia bingung sekaligus terkejut dengan penjelasan yang diceritakan Jeremy, dimana hal itu berbanding terbalik dengan apa yang sudah Hyejin ketahui dari Yuna.

REVENGE BLOOD Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang