Yuna mengusap kedua pipinya, lalu menghela nafas panjang. Perlahan ia mendekati Hyejin yang terbaring dilantai, memperhatikan gadis dihadapannya dari wajah hingga kebagian perut, dimana letak tembakan bersarang.
Nattan yang sedari tadi berdiri memperhatikan, ia melempar pistol kepada Yuna, didekat tubuh Hyejin kemudian setelahnya ia berbalik berjalan ke ruangan yang lain.
Yuna yang melihat kepergian Nattan, dengan cepat mengambil pistol dihadapannya dan mengejar kemana Nattan pergi.
Tentu saja, Nattan yang mendengar langkah kaki mendekat, ia segera memberhentikan langkahnya dan berbalik kembali. "Kenapa kau mengikutiku? Kau ingin bernasib sama seperti Hyejin?"
Yuna menatap tajam lawan dihadapan, ia hanya terdiam sembari mengangkat pistol kearah wajah Nattan.
"Kenapa istriku? Kau takut? Tanganmu bergitu bergetar..."
Nattan mengangkat satu alisnya, memberi kode kepada Yuna untuk berbicara.
"Terimakasih Nattan...Karnamu aku tidak perlu menyingkirkan tikus-tikus itu dengan tanganku." ucap Yuna dengan senyuman menyeringai diwajahnya.
Ekspresi Yuna yang awalnya begitu terpukul, sedih, ketakutan kini berubah drastis, berputar begitu cepat seperti bola yang digelindingkan. "Akhirnya... Energi yang kugunakan untuk berpura-pura kini terbayarkan."
Nattan mengerutkan kedua alisnya, "Maksudmu?"
"Haha...Aku berhasil, akhirnya..."
"Berhentilah bermain-main, YUNA!"
Yuna tertawa begitu lepas, seperti telah kehilangan kewarasannya. "Dari dulu aku berusaha mencuci otak Hyejin agar dia melawanmu, dan akhirnya kau membunuhnya."
"Dan sekarang, aku tinggal menyingkirkanmu. Lalu setelah itu...Aku mendapatkan semuanya. Aku pintarkan? Nattan?"
Nattan masih sama dengan wajah datarnya, seolah-olah dia mengatakan bahwa ia tidak takut sama sekali. "Jika kau menginginkan kekayaan, aku bisa memberikannya."
"Sutt...Sutt...Bukan itu yang aku mau. Kau hanya akan memberiku setengahnya."
"Terlebih lagi, aku melakukan ini untuk kekasihku...Luis..." Sambung kembali Yuna.
Nattan yang mendengar perkataan Yuna, kedua telapak tangannya terkepal kuat, sorot matanya langsung berubah tajam memancarkan rasa benci yang begitu hebat.
Yuna tersenyum tipis, "Aku hanya tinggal menyingkirkanmu..." Ia mengangkat kembali pistol ditanganya, yang kini mengarah tepat ke dada lawannya. "Ada kata perpisahan?"
Namun, Nattan tiba-tiba bersimpuh dengan kedua kakinya, ia terjatuh dilantai dengan mengusap pelan wajahnya. "Syukurlah, kau masih hidup...Hyejin..."
Yuna yang mendengar kata Hyejin, ia langsung berbalik kebelakang. Dan betapa terkejutnya dirinya, melihat pistol yang sudah mengarah kepadanya yang tak lain adalah dari Hyejin.
Hyejin berdiri dengan darah yang masih keluar dari perutnya, namun seperti tidak terasa apapun, Hyejin terus memandangi Yuna, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya selain tatapan datar yang begitu menusuk.
Yuna yang benar-benar terkejut bukan main, ditambah tubuhnya pun bergetar hebat, langsung jatuh ditempat.
Yuna awalnya berusaha mengambil pistol yang terlepas dari tangannya, namun ketika ia berbalik mencari pistol, ia baru menyadari jika Nattan sudah berdiri dibelakangnya dengan memegang pistol yang ia cari.
"Hyejin, aku serahkan wanita ini padamu." ucap Nattan.
"Ti-tidak...TIDAK! Aku mohon Hyejin..." Yuna berlutut dihadapan Hyejin, bahkan tak segan untuk mencium kaki milik gadis dihadapannya, ia merintih meminta maaf.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE BLOOD
Ficção AdolescenteSeorang gadis kecil yang seharusnya tumbuh dengan belaian kasih sayang dan didikan baik dari orang tua. Kini ia harus menerima takdir dari kehilangan ibunda tercinta. Tumbuh menjadi wanita berdarah dingin, hanya sekedar untuk membalaskan dendam. A...
