69 || She? Is the Perpetrator?

45 5 0
                                        

"Itu tidak mungkin..." umpat Hyejin yang tengah berbaring diranjangnya.

Setelah mendengar penjelasan Charles tentang Natasha. Sejak kemarin sore, Hyejin hanya berdiam diri dirumahnya. Pikirannya selalu membuat dirinya teringat terus menerus.

Apa Natasha memang menyukai Kai?
Atau karena Charles juga menyukai Natasha? Tapi Charles berkata jika dirinya tidak menyukai Natasha. Apa... Natasha yang...Ahh, tidak-tidak.

Hyejin kebingungan, ia meremas selimut disana sebagai pelampiasan. "Ouh iyah, ponsel." Hyejin bangun dari kasurnya, ia beranjak menuju laci meja komputernya, mengambil sebuah ponsel yang ia temukan dahulu di rumah peninggalan Kai.

Ketika ponsel itu dibuka, layarnya sedikit redup akibat sudah lama tidak dipakai. Hyejin mencoba terus untuk menekan tombol power, untungnya ponsel berhasil dinyalakan. Hyejin buru-buru melihat pesan terakhir yang dikirim. Tapi sayangnya, baru saja melihat tanggal terakhir pesan dikirim, ponsel itu kembali mati.

Mencoba kembali menghidupkan, tapi tetap tidak bisa menyala lagi. Hyejin kemudian fokus dengan tanggal yang ia lihat. "Tanggal 2 maret."

Namun, Hyejin masih mengingat jelas isi pesan yang dikirimkan berisi tentang ancaman untuk Kai. Hyejin lalu membuka kembali berkas-berkas pemberian Charles. "Tanggal 3 maret. Adalah hari Nishimura Kai meninggal."

Hyejin menopang dagunya dengan telapak tanganya, ia mulai berpikir.

Selain kematian Kai, kematian Namgi juga terjadi di tanggal tiga. Bahkan Soyeon, walaupun bukan tanggal 3, tapi ia meninggal di bulan ketiga.

"Jika aku benar. Angka 3 merujuk pada kode kertas yang ditulis Kai. Terlihat banyak angka 3 disana. Yang berarti, kertas ini memang berisi petunjuk siapa pelakunya."

Hyejin kembali berpikir, ia mencoba mencari sesuatu tentang angka atau tanggal tiga. Sampai Hyejin teringat jika hari ini adalah bulan ke tiga. Tepat seminggu yang lalu ayah Natasha meninggal.

"Orang yang terakhir bertemu dengan Kai adalah Natasha. Tidak! Mana mungkin." Hyejin kesal, Ia malah mencurigai sahabatnya sendiri.

Hyejin lalu membuka ponselnya, ia melihat tanggal disana. "Hari ini tanggal 2, berarti besok... Tanggal 3 bulan Maret."

Hyejin terdiam melihat angka yang begitu sama persis seperti kematian Kai. Tiba-tiba saja, ia memiliki firasat buruk tentang hari esok. Hyejin menggigit ibu jarinya, rasa cemas memenuhi perasaannya.

Sampai fokusnya dibuyarkan dengan suara ponsel berdering.

"Natasha...?"

Hyejin sempat berpikir sejenak, lalu setelahnya ia mengangkat telepon tersebut.

"Halo Hyejin."

"Ouh Natasha, ada apa?"

Natasha terkekeh geli, ia hanya ingin mengajak Hyejin mengobrol sekaligus mengingatkannya untuk acara besok. Hyejin tentu saja menyambut dengan hangat.

Mereka mulai berbincang-bincang hingga tak terasa waktu sudah cukup malam. Hyejin yang sadar akan waktu, ia memberitahu Natasha untuk segera beristirahat.

Sebelum telpon ditutup, Hyejin tiba-tiba teringat dengan apa yang ia cari saat itu. Hyejin menghela nafas halus, tapi rasanya ia seperti tidak berani untuk bertanya.

"Ada apa Hyejin?" tanya Natasha.

Setelah berpikir, Hyejin memberanikan diri untuk bertanya apakah Natasha memiliki angka atau tanggal favorit.

Natasha merespon cepat, "Tiga. Tiga adalah angka favoritku."

Hyejin terkejut, "Ti-tiga?"

Natasha mengiyakan, "Bagaimana dengan dirimu Hyejin?"

Hyejin terdiam, kelopak matanya berkedip cepat, rasa gelisah kembali menyerang. "Tiga? Ini tidak mungkin. Ini pasti hanya kebetulan kan?" batin Hyejin menekankan dirinya sendiri.

"Hyejin?"

Suara panggilan Natasha menyadarkan Hyejin. Hyejin kemudian meminta maaf beralasan dirinya sudah mengantuk. Natasha yang mendengar itu ia mengerti dan langsung meminta Hyejin beristirahat. Setelah sama-sama berpamitan akhirnya telepon ditutup.

Hyejin menghela nafas, mematikan ponsel dan merebahkan dirinya di ranjang kasur. Menatap langit-langit kamar, Hyejin berpikir, Mana mungkin wanita yang baik hati dan manis itu adalah pelakunya? Hyejin kembali menghela nafas panjang, perlahan kedua kelopak matanya tertutup, berharap jika semua yang ia pikirkan hanyalah lelucon dari pikirannya sendiri.















NEXT ?
Vote dulu dong

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 04 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

REVENGE BLOOD Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang