TENG...TENG...
"Kalian akan menjenguk Hyejin kan?" tanya Natasha menghampiri Charles dan Kenza diambang gerbang sekolah.
"Ya, kami akan kesana." jawab Kenza
"Kalau begitu, boleh aku ikut?"
"Hmm, bole–" ucapan Kenza terpotong, tak kala melihat Charles yang sudah terlebih dulu masuk kemobil dan pergi meninggalkan mereka.
"HEY! KAK?!" Kenza berteriak untuk memberitahu bahwa dirinya tertinggal, tapi sayangnya mobil tetap melaju pertanda bahwa Charles memang sengaja meninggalkannya disana.
"Sial..." Kenza kesal.
Natasha yang melihat keadaan sedang tidak baik, ia lalu menawari Kenza untuk ikut saja bersamanya, dengan menaiki mobilnya.
"Aku akan berjalan saja." ucap Kenza, lalu berbalik pergi.
Natasha menghela nafas panjang melihat kepergian pemuda itu. Karena tak ada pilihan lain, akhirnya Natasha pergi sendiri saja. Awalnya ia ingin mengajak Giboom dan Bora untuk ikut bersamanya, tapi di karenakan mereka berdua ada urusan, jadi mereka akan sedikit terlambat datang.
••=••
Charles tiba lebih awal di apartemen Hyejin, ia kemudian turun dari mobil dan meminta sang supir untuk menjemput adiknya. Tentu saja sang supir mengiyakan permintaan tuannya, dan menancap gas untuk menjemput Kenza.
Charles lalu bergegas menaiki beberapa anak tangga untuk mencapai lantai dua. Dan ketika sampai, ia langsung menekan bel disana. "Hyejin? Kau didalam? Kau baik-baik saja?"
Karena tak ada tanda-tanda balasan dari pemilik rumah, Charles kembali menekan bel. "Hyejin...Ini aku Charles..."
Tapi tetap saja, Charles tak mendapat balasan, bahkan ia tidak mendengar suara ada orang didalam. Mengetahui bahwa Hyejin tidak dirumah, Charles kemudian mengambil ponsel disakunya, dan menelpon Jeremy. Ia mengingat bahwa ayahnya bilang tadi pagi ia sempat menelpon Hyejin.
Suara dengungan dari ponsel terus berbunyi, dengan sedikit panik Charles terus memanggil kembali. Sampai pada akhirnya, telponnya dijawab. "Halo? Ayah?"
"Maaf, tapi tuan Jeremy sedang tidak dikantor."
Charles mengerutkan kedua alisnya, "Lalu ini siapa?"
"Aku karyawannya ayahmu, tuan."
"Lalu dimana ayahku?"
"Tadi, tuan Jeremy pergi ke perusahaan Christoffer. Sepertinya ia lupa membawa ponselnya."
"Baik, terimakasih."
Sambungan telpon ditutup. Charles yang mendengar nama Christoffer, ia sempat terdiam sejenak, karena merasa tak asing dengan nama itu. "Christoffer? Bukankah itu...Nattan?"
Menyadari sesuatu, Charles kemudian kembali menuruni anak tangga, ia berlari sekuat tenaga berniat untuk menyusul ayahnya. Entah kenapa, perasaanya bilang jika Hyejin juga pasti ada disana.
••=••
Kembali kepada Kenza, ia yang masih dalam perjalanan karena berjalan kaki. Tapi tiba-tiba langkahnya berhenti tak kala melihat mobil mendekat kearahnya, yang ternyata itu adalah supirnya.
Dengan cepat ia mendekat dan langsung naik kedalam mobil, tapi ada yang membuat nya heran, "Dimana kakak?"
"Tuan muda Charles tadi sudah turun."
Kenza membuang nafas kasar, "Lalu kenapa tadi kau meninggalkanku?"
"Maaf tuan, tapi tuan Charles memaksaku."
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE BLOOD
Ficção AdolescenteSeorang gadis kecil yang seharusnya tumbuh dengan belaian kasih sayang dan didikan baik dari orang tua. Kini ia harus menerima takdir dari kehilangan ibunda tercinta. Tumbuh menjadi wanita berdarah dingin, hanya sekedar untuk membalaskan dendam. A...
