Current Winds

1.3K 121 59
                                        

Liam dan Niall sudah berencana untuk kembali ke Paris bersama, dan mereka berangkat ke bandara dengan diantar orangtua Liam.

"Tadi aku sudah mengingatkanmu, Liam." Niall berbisik gemas pada Liam yang mengatakan ia lupa dengan earphonenya di rumah.

"Apa ada yang tertinggal?" Tanya Renjun begitu ia kembali setelah membeli minuman hangat untuk Liam dan Niall.

Sementara Liam yang barusan terkekeh dan hendak mencubit hidung Niall, menoleh dan menerima minuman yang dibawa babanya.

Papanya yang mengekori baba sejak tadi kini memberikan minum milik Renjun. "Kalau ada yang tertinggal papa bisa meminta seseorang mengambilkannya."

"Tidak pa, itu hanya earphone. Niall kesal karena tadi ia sudah memperingatkanku agar mengecek barang, tapi aku tetap mendapati ada yang tertinggal."

Renjun melirik Niall yang mengenakan pakaian hangat berwarna putih, yang justru tampak cerah bersanding dengan wajah Niall yang memiliki rona kemerahan di pipinya juga bibirnya yang juga memiliki warna yang indah.

"Kesalmu semanis itu." Kata Renjun.

Niall mencoba menyembunyikan wajah meronanya dengan menyeruput minuman hangatnya.

Dan ternyata sikap baba pada Niall yang membuatnya merona malu bukan hanya sampai disana. Karena ketika mereka berpamitan..

"Sampai jumpa lagi, Niall sayang." Baba Renjun memeluk Niall dengan hangat, dan sebelum melepas pelukannya Renjun menyempatkan mengecup pipi Niall dengan lembut.

Renjun melihat sendiri bagaimana wajah Niall yang tersipu malu, Renjun pun mengusap pipi itu dengan gemas.

Apa yang Renjun lakukan pada Niall begitu banyak diingat anak itu, bahkan hingga mereka sudah mendarat di Paris pun tiba-tiba Niall memeluk lengan Liam dan mengerang.

"Liam.." Tiba-tiba Niall mengerang kecil.

Liam menoleh, dan saat mendengar kekasihnya menyebut. "Baba.." Liam pun terkekeh.

"Kau masih memikirkan itu." Liam pun kini ikut mengecup pipi Niall dengan gemas.

Dan Niall sendiri langsung memeluk Liam untuk menyembunyikan wajahnya, selain karena rasa malu Niall wajah memerah Niall juga disebabkan rasa hangat yang memenuhi hatinya mengingat baba terasa menyayanginya juga. Niall merasa diterima sepenuhnya di keluarga Liam.

Karena apartemen masing-masing dari mereka lama ditinggalkan, Liam dan Niall berencana pergi ke tempat grocery bersama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Karena apartemen masing-masing dari mereka lama ditinggalkan, Liam dan Niall berencana pergi ke tempat grocery bersama.

"Aku belum sarapan, kau juga belum kan, Liam?"

Liam tersenyum, setiap Niall mengatakan satu fakta kecil tentangnya sebelum bertanya mengenai Liam, Liam merasa itu benar-benar perkembangan besar, mengingat sejak dulu Niall hanya selalu mengutamakan bertanya tentang Liam dan mengabaikan tentang dirinya sendiri.

A Thousand Winds ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang