35. Muffle

2.3K 262 87
                                        

Rui pikir ia terakhir kali duduk berdua dengan Hami sudah cukup lama, mungkin saat Hami memberitaunya bahwa ia mulai bersama Hayden di liburan awal tahun. Dan Rui cukup kecewa dengan apa yang ia dengar itu, saat liburan musim panas pun Rui memutuskan tak berlibur kemari karena rasanya begitu berat untuk bertemu gadis itu disaat ia sudah tau bahwa tak ada kesempatan untuknya.

"Hami, aku tak tau apa yang kau lakukan pada Niall sampai ia mengatakan memiliki alasan lain untuk membencimu." Rui bahkan terkejut saat mendengar bahwa Niall tak akan memaafkan Hami karena kesalahannya.

"Tapi Rui, bukankah harusnya kau lebih dulu memberitauku kenapa kak Niall mengatakan ia sudah membenciku sejak lama karenamu." Hami mengenal Rui lama, dan si pemilik nama memintanya tak memanggilnya dengan embel-embel 'kak'.

Sekarang Hami penasaran dengan cerita keseluruhan dari hubungan kak Niall dan Rui, kenapa Hami baru tau kalau keduanya saling kenal.

Ah, Hami ingat kakaknya sempat memarahinya setelah mengatakan bahwa Rui menyerang Niall di suatu malam. Tapi, sejak kapan mereka saling kenal?

"Dulu Niall kekasihku." Ungkap Rui.

Hami terhenyak. Demi Tuhan, Hami tak pernah mendengar Rui menyinggung nama Niall sepanjang mereka saling kenal. Hami pertama kali mendengar nama Niall dari kakaknya, dan Niall adalah kekasih kakaknya.

"Aku menyukainya, dan Niall mencintaiku. Saat itu aku hanya tanpa sadar terlalu banyak menceritakanmu, aku selalu melibatkan kau dalam kebersamaanku dengan Niall."

Gadis itu menatap tak percaya sosok yang dulunya adalah teman kakaknya itu. "Apa yang kau lakukan sebenarnya?" Hami pikir ini adalah emosi lain yang dimilikinya selain kesedihan yang beberapa hari ini memenuhi dirinya. Hami jelas kesal membayangkan bagaimana ia jadi Niall yang mendengar kekasihnya terus menceritakan oranglain.

"Saat itu aku hanya mencintaimu."

Hami berdecak, selama ini ia tak pernah berpikir bahwa Rui akan mengatakan hal seperti itu padanya. "Dan setelah kak Niall pergi darimu kau baru tau kalau kau telah mengabaikan sosok yang mencintaimu." Tebaknya.

"Rui, pantas saja kak Niall membenciku." Hami mengerang kesal. "Apa yang harus aku lakukan pada kak Niall sekarang? Aku banyak membuatnya mengalami kesedihan."

Setelah mengatakan itu Hami teringat ucapan kakaknya. "Memang semuanya berawal dari kau!"

Karena ternyata salahnya tak hanya apa yang telah ia lakukan dengan sadar, ia sekarang semakin merasa bersalah karena apa yang telah Rui perbuat karena melibatkan namanya selama ini! Hami semakin tak karuan dengan pikirannya, ia tak tau apa yang bisa ia perbuat untuk menghilangkan kebencian kakaknya juga kak Niall. Ia juga tak tau cara menebus kesalahannya pada papi kak Niall.

Hami menyembunyikan wajahnya pada lipatan tangannya di atas meja, menangis tanpa suara dengan tenggorokannya yang nyeri. Kesalahannya begitu banyak, dan ia bingung untuk melakukan apa. Maka ia sekarang hanya bisa menangis frustasi.

Rui yang tak mengetahui bahwa Hami tengah menangis, menanyakan alasan Niall membencinya. "Dan apa alasan Niall mengatakan membencimu?"

"Aku menyakiti papinya, aku membuat hubungan kak Niall dan kakakku berakhir." Ujar Hami tanpa mau mengangkat wajahnya.

Dan Rui terdiam begitu sadar dari suara gadis itu bahwa ia tengah menangis. "Hami.."

"Lalu kau, juga sejak dulu— membuat kak Niall memiliki kebencian untukku." Hami mengatakannya susah payah.

"Sekarang bagaimana lagi aku harus meminta maaf.." Isakannya tak bisa ditahan lagi.

" Isakannya tak bisa ditahan lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang