Early Winds

1.7K 153 30
                                        

Niall menyodorkan kotak itu pada Liam.

"Kenapa memberiku ini? Aku yang harusnya memberimu, aku yang baru saja membuat kesalahan." Liam mengerutkan dahinya saat Niall memberikan sekotak kue blueberry setelah tadi Niall memintanya mengantar ke sebuah cafe sebelum mereka memulai kelas.

"Aku ingin memberinya untuk Liam, lagi pula aku sudah memesannya sejak kemarin." Jawab Niall, ia memang sudah merencanakan memberi itu untuk kekasihnya begitu Liam mau membantunya lagi belajar bahasa perancis—sebelum kejadian Liam mabuk.

Liam menerimanya dengan senyumnya. "Terimakasih."

Liam tentu tak bisa menerimanya begitu saja tanpa memikirkan untuk balas memberi untuk Niall, apalagi ia sudah berucap sinis padanya juga membuatnya marah.

______

Niall baru menyelesaikan kelasnya, ia menuruni tangga saat diujung tangga ia bisa melihat Liam yang hendak naik juga, mata mereka bertemu dan Liam tersenyum padanya.

Liam memutuskan menunggu Niall diujung tangga, dan setelah Niall ada dihadapannya ia meraih tangan Niall dan menyelipkan satu paperbag pada tangannya. "Ini, untukmu."

Saat Niall mengintipnya ada satu toples kecil pretzel coklat, juga satu set cat kecil juga untuk melukis.

Kemarin dalam perjalanan pulang mereka sempat melihat pelukis jalanan, dan Niall memuji bagaimana seseorang yang begitu pandai menggunakan cat dan kuas.

"Kenapa memberi cat? Aku tak pernah berani memakai cat, karena aku tak sebaik Liam dalam menggambar."

Liam meraih pinggang Niall, mengajaknya meninggalkan tempat itu. "Pakailah, bukankah kau juga bisa menggunakannya untuk jurnalmu?"

Memang terkadang Niall juga melihat papinya menggunakan cat air untuk menggambar satu objek yang tak ada di jajaran stiker yang mereka miliki. Niall banyak melihat papinya saat membuat jurnal, karena papinyalah ia tau hal itu.

"Liam terimakasih." Ujar Niall dengan senang.

Liam mengangguk, tangannya mengusap kepala Niall lembut. "Maaf ya untuk apa yang terjadi kemarin malam."

Dan Niall pun menjawabnya dengan anggukan.

"Hari ini kau ke perpustakaan?" Tanya Liam begitu menyadari langkah Niall membawa mereka ke bagian bangunan yang terdapat perpustakaan.

"Iya, tapi bukan untuk bahasa prancis."

"Jadi untuk apa?" Liam bertanya dalam bahasa prancis.

"Aku kesana untuk mengerjakan yang lain."

Antara keduanya tak ada yang menganggap perpustakaan tempat membosankan, dulu pun keduanya sering bertemu di tempat itu. Dengan Liam yang selalu berusaha menyapanya, sementara Niall hanya membalasnya dengan senyum kecil. Tapi lama kelamaan Liam justru sering menghampirinya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang