The Hated Winds

2K 201 15
                                        

Pesan yang Hayden kirim padanya tak ia balas, sudah sejak beberapa bulan lalu Hami berhenti merespon laki-laki itu. Sudah beberapa bulan terlewat sejak ia mengatakan ingin berhenti dari hubungan mereka, meski Hayden tak terima Hami tetap kukuh juga pada keputusannya.

Setelah ia keluar dari rumah sakit kala itu, Hayden tak pernah lupa menjenguknya di rumah. Padahal Hami banyak diam dan tak terlalu mengubris keberadaannya, tapi Hayden terus mengungkit kalau ia tak keberatan Flo tinggal di rumahnya—Hayden terkejut saat kekasihnya saat itu mengatakan akan memindahkan tempat tinggal kucing itu.

Selama Hayden memberinya perhatian setelah ia pulih, Hami banyak memikirkan tentang hubungan mereka kedepannya. Dengan perasaan bersalah yang ia miliki pada kakaknya, Hami pikir ia tak mungkin memiliki hubungan manis dengan Hayden sementara hubungan Liam dan Niall telah ia buat kacau.

"Hayden, kalau aku mengatakan aku tak ingin lagi denganmu. Kau bisa menerimanya kan?"

Beberapa detik setelah Hami mengajukan pertanyaan itu, Hayden langsung menatapnya pias. Laki-laki itu menyerukan semua tanya juga protesnya, dan Hami berujar sendu.

"Aku tak mungkin masih bisa memiliki hubungan sementara kakakku dan kak Niall berpisah karenaku."

Dan alasan lainnya, Hami jadi ragu tentang Hayden setelah apa yang diungkap Liam padanya hari itu. Hami kecewa mengetahui Hayden sempat mengkhianatinya dulu.

Hayden jelas tak langsung menerima argumennya begitu saja, tapi Hami pun tetap bisa membalasnya.

"Aku merasa lebih buruk lagi untuk kakak, Hayden. Apalagi aku belum tau kakak dan Kak Niall bisa kembali bersama atau tidak."

"Baik, kalau begitu nanti saat kak Liam dan kak Niall kembali kau berjanji kembali juga padaku."

Lalu beberapa minggu setelah itu Hami yang sering menemui papi mendengar cerita darinya bahwa kak Niall dan kakaknya kembali dengan hubungan mereka. Hami lega mendengarnya.

Hami berharap Hayden tidak tau terlebih dahulu soal itu, karena ia belum bisa mengiyakan ajakan yang mungkin Hayden berikan lagi untuknya.

"Aku sudah melihatnya, ini kak Liam dan kekasihnya." Hayden menyodorkan ponsel miliknya ke hadapan Hami, memperlihatkan salah satu unggahan terbaru kakaknya dan ia pun tau bahwa ia memang Liam dan Niall.

"Hami, apa yang kau khawatirkan selama ini tak terjadi. Kita—

"Sudah ya Hayden jangan ungkit dulu itu, aku merasa lebih baik kita tak dalam hubungan apapun." Hami memotong ucapan Hayden saat itu dan menatapnya tanpa mau diprotes lagi.

Hami, aku melihat kak Liam dan kekasihnya. Mereka terlihat baik-baik saja.

Aku di paris dengan Lauren.

Aku melihat ada boneka kucing lucu, aku membelinya untukmu.

Lauren benar berpikir untuk kuliah di paris.

Hami, kau sudah makan?

Itu beberapa pesan yang Hayden kirim sejak beberapa minggu lalu, Hami tak pernah membalasnya. Tapi Hayden tak pernah bosan mengirimnya pesan laporan kegiatannya sehari-hari.

Sama seperti yang ia lakukan pada kakaknya. Meski kakaknya tak membalas pesannya sekalipun ia tetap memberitaunya banyak hal. Hingga saat kakaknya mau membalas pesannya satu kata singkat pun itu mampu membuatnya tersenyum lebar. Ia langsung menghampiri babanya, mengatakan ia begitu menyayangi kakaknya. Juga menghampiri papanya, dan menangis begitu saja.

Pesan yang Hayden kirim barusan.

Boneka kucingnya sudah kau terima? Aku menitipkannya pada papa Jeno.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang