Strange Winds

733 86 40
                                        

Tangan mereka sibuk membuat bekal untuk piknik, karena ini mulai memasuki musim semi Niall mengajak Liam piknik.

"Kau biasa piknik dengan papi sebelum ke Paris?" Tanya Liam mengingat Niall yang dengan selalu menjadikan agenda piknik sebagai kegiatan yang harus dilakukan ketika musim semi.

Niall mengangguk. "Iya, kalau papi mau. Dulu sebelum aku dan papi kembali dekat ia lebih jarang pergi keluar, jadi saat diajak piknik papi selalu terlihat ragu."

"Jadi kau biasa pergi piknik berdua dengan ayah?" Tanya Liam lagi sambil menyusun potongan-potongan buah ke dalam kotak.

Sementara Niall masih menyiapkan sandwich. "Iya, tapi dengan ayah tak bisa menyiapkan bekalnya seperti ini." Padahal Niall suka menyiapkan bekal bersama-sama seperti yang ia lakukan saat ini dengan Liam.

"Biasanya ayah akan membeli cemilannya, karena memang pikniknya setelah ayah pulang dari rumah sakit. Terlalu memakan banyak waktu kalau membuatnya lebih dulu, sementara ayah juga ingin lama piknik denganku." Lanjut Niall dengan ceritanya.

"Ia begitu sibuk bukan?" Liam menyahuti cerita dari kesibukan ayah Niall.

"Benar, baba dan papa juga nanti akan jarang melihat Hami di rumah jika ia sudah mulai ke rumah sakit." Niall mengingatkan Liam bahwa adik Liam sendiri pun tengah dalam perjalanan menuju profesi yang sama dengan ayah Niall.

Liam membayangkan bagaimana rumah orangtuanya hanya akan diisi oleh pasangan itu, tanpa ada Liam dan Hami. Sebab Liam pun sudah memutuskan, bahwa setelah kelulusannya nanti ia akan menetap di Paris.

"Menurutmu Hayden akan tahan dengan kesibukan Hami?" Liam tau bagaimana Hayden yang selalu mengejar Hami, seolah tak bisa berjauhan barang sebentar pun. Dan nantinya Hayden akan berperang dengan waktu untuk sekedar memiliki waktu santai dengan Hami, mengingat bagaimana kesibukan Hami yang mungkin sulit ia kejar.

"Papi juga bisa." Niall tersenyum memberitau bahwa pasangan dari seorang dokter ada yang bisa memaklumi kesibukannya, seperti palinya.

"Menurutmu Hayden tidak cukup menyayangi Hami?" Niall bertanya balik menyadari pertanyaan Liam seolah meragukan Hayden.

"Bukan, hanya saja Hayden pasti akan memiliki rasa kesal dan muak juga nantinya. Papi pernah?"

Niall mengedikkan bahunya. "Tidak tau."

Kemudian Liam melihat Niall yang sudah menutup kotak bekal mereka dan hendak dimasukkan ke dalam tas piknik.

"Selesai? Kau bisa mengambil jaketmu, aku akan mengambil beberapa botol minum untuk kita." Liam mengecup pipi Niall sekilas, sebelum berjalan meninggalkan Niall yang merona.

______

Ketika keduanya tengah menikmati suasana taman dengan hidangan dessert yang tadi Liam beli sebelum kemari, tiba-tiba seekor anak anjing menghampiri mereka dan berbaring di alas duduk keduanya.

Niall tersenyum kemudian menatap Liam sebelum celingukan mencari pemilik anak anjing tersebut.

"Aku melihatnya datang dari sana." Liam menunjuk arah belakang tubuh Niall, dan memang terlihat seorang gadis yang duduk sendirian dengan buku di tangannya.

Sepertinya memang anak anjingnya adalah tipe yang akan kembali pada pemiliknya meskipun dibiarkan berkeliaran sekalipun, karena selain memang gadis itu tampak duduk tenang padahal jelas-jelas bantal kecil tempat anak anjingnya kosong. Juga leher anjing itu yang tak terdapat tali sama sekali.

"Haruskah aku meminta izin untuk mengusap bulunya?" Niall bertanya ragu pada Liam.

"Sepertinya tidak selagi kau tak membuatnya terganggu." Maksud Liam adalah anak anjing yang terlihat bergelung nyaman di dekat kotak buah mereka.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang