Smooth Winds

2.6K 176 65
                                        

Begitu masuk ke rumah Niall, ia bisa melihat Niall tengah mendapat usapan lembut pada kepalanya dari papinya.

Sepertinya papi tengah memberitau sesuatu, dan Niall hanya mengangguk paham kemudian memeluk papinya.

"Liam sudah disini, Niall." Ujar papi sambil membalas pelukan Niall.

Niall dalam pelukan papi mengintip keberadaan Liam, yang ternyata memang sudah berdiri dengan senyum yang terulas untuknya. Niall pun mengeratkan pelukannya pada papi lalu mengecup pipi orangtuanya itu sebelum melepas pelukannya.

"Nenek bilang akan menitipkan hadiah natalnya pada papi, jangan lupa ya papi.." Kikik Niall sembari bangkit dari tempat duduknya.

Papi dan ayahnya memang akan ke rumah nenek dan kakek, karena natal kali ini belum bertemu. Beberapa hari yang lalu mereka bertemu keluarga besar Liam, jadi hari ini ayah dan papi hendak mengunjungi orangtua ayah.

Mengenai Niall sendiri, hari ini diajak Liam ke rumah baba dan papa. Karena baba yang menagih janji saat itu untuk membuat scone bersama.

Saat keluar dari rumah Niall, tangan yang lebih mungil menahan lengan kekasihnya. "Liam.." Panggilnya.

Liam menatap Niall yang kini menaikan resleting jaket musim dingin Liam. "Kenapa tidak ditutup rapat?" Suara omelan Niall terdengar begitu pelan namun tentu masih bisa didengar Liam.

"Sudah." Niall memperlihatkan senyumnya pada Liam yang langsung mengecup bibirnya, membuat senyum Niall semakin lebar juga pipinya semakin memerah.

"Baba suka apa, Liam?" Tanya Niall saat keduanya sudah berada di dalam mobil.

"Papi bilang harus membeli sesuatu untuk baba." Lanjut Niall.

Liam menatap Niall, seolah berpikir apa yang akan ia jawab tentang babanya itu. Tapi kemudian ia menjawab. "Tak ada, kalian akan membuat kue jadi tak mungkin membeli kue."

"Bunga? Papa akan memberikannya untuk baba." Liam bertanya dan menjawabnya sendiri, untuk meyakinkan Niall bahwa tak ada yang perlu ia bawa.

Niall pun terdiam beberapa saat untuk berpikir, dan hanya mengangguk pada Liam. Ia tau Liam hanya mencoba membuatnya tak membeli apapun untuk keluarganya, karena itulah kadang ia juga tak mengatakan pada Liam terang-terangan seperti saat membelikan Hami perhiasan itu.

Oh! Niall akan membeli hal cantik seperti itu juga untuk baba Liam.

"Tapi nanti tetap antar aku ya?" Pinta Niall pada Liam.

Dan Liam mengangguk tanpa ragu, setelah menanyakan tujuannya ia pun melajukan mobilnya menuju tempat yang Niall maksud.

"Kau suka, Liam?" Niall ingat bahwa Liam dan baba memiliki banyak kesamaan, jadi jika Liam menyukai ini ia cukup yakin baba pun akan menyukainya.

"Aku lihat." Liam mendekatkan kalungnya pada leher Niall, memastikan itu cocok untuk Niall.

Liam pun tersenyum. "Ini cantik."

Niall mengangguk senang, karena pilihannya tepat.

Dan saat ia sampai di rumah Liam, ia segera memberikannya pada baba saat Liam tengah menyimpan jaketnya juga milik Niall.

"Baba.." Tangan Niall memberikan bingkisan kecil itu pada baba yang langsung menatapnya terkejut.

"Niall, nooo..." Baba mengatakannya dengan nada menyerupai rengekan tak percaya, ia yang sejak tadi duduk di samping Niall pun kini mengusap pipinya kekasih putranya.

Dari jarak sedekat ini, Niall bisa tak bisa untuk tak terpana melihat bagaimana wajah mempesona baba Renjun.

Dan dengan posisinya ini juga Niall bisa melihat baba juga sudah mengenakan sebuah kalung di lehernya, Niall rasa apa yang dikenakan baba selalu memiliki kesan cantik yang berbeda.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang