Unnatural Wind

648 77 35
                                        

"Liam, beberapa minggu ini aku merasa terus bertemu satu orang yang sama terlalu sering. Ini aneh." Niall mengadu pada Liam ketika akhirnya mereka memiliki waktu luang berdua setelah sebelumnya hanya saling bertemu singkat.

Keduanya tengah berada di apartemen Liam dengan Niall yang menaikkan kedua kakinya ke atas paha Liam, sementara kepalanya menyender pada bahu dominan itu.

Tangan Liam yang sejak tadi mengusap punggung Niall kini berhenti, ia mengerutkan dahinya mendengar hal itu. "Aneh?" Tanya Liam heran.

Karena menurut Liam itu bukanlah hal yang aneh, ia pun biasa bertemu orang yang sama setiap harinya dengan begitu sering. Dan sepertinya Niall menganggap itu aneh karena kepribadiannya saja yang pemalu dan tak mengenal terlalu banyak orang.

Niall mengangguk, ia menatap Liam. "Aku pergi ke perpustakaan ia ada, aku pergi ke toko peralatan tulis ia juga ada, aku pergi ke cafe ia ada lagi."

"Aku juga memiliki orang yang aku temui setiap hari, dan hampir mirip seperti ceritamu barusan. Ia tinggal di dekat tempatku, dan membuat semua kegiatan kita dilakukan nyaris bersamaan. Itu hanya kebetulan, Niall sayang. Percaya padaku, itu bukan hal aneh."

"Atau mungkin alasan kau merasa itu aneh karena kalian tak saling kenal, jika kau mengenalnya pasti kau juga tak akan kenapa-kenapa."

"Setiap hari kita bisa bertemu dan berpapasan dengan teman kita dimana saja, dan itu tak terasa aneh ataupun menganggu karena kita mengenalnya." Liam mengulas senyum menenangkan untuk Niall.

Niall termenung, lalu mengangguk. "Kau benar, Liam. Mungkin ini hanya karena aku tak mengenalnya, hingga aku berpikir itu hal aneh."

Liam mengangguk senang mendengar Niall mulai bisa menghilangkan pikiran buruknya. "Ya."

"Kau menginap?" Tangan Liam membelai pipi Niall lembut.

Mata Niall terpejam menikmati afeksi manis yang diberikan kekasihnya. "Hm.."

Melihat Niall yang menutup matanya, Liam pun mencondongkan tubuhnya mendekatkan wajah mereka. Ketika jarak bibir mereka semakin menipis, Liam pun mengecup bibir Niall sementara tangannya memeluk pinggangnya.

Ciumannya semakin dalam, tangan Liam pun kini menyentuh tubuh Niall dengan sensual, nafas mereka memberat ketika gairah mulai menyelimuti keduanya.

Tangan Niall pun kini berada di leher Liam, memeluknya sekaligus menekannya agar ciuman mereka bertambah liar.

Niall tengah menunggu Mara yang mengajaknya bertemu di taman dekat universitas mereka untuk menemani Mara yang mengerjakan tugas, dan Niall pun hendak melakukan hal serupa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Niall tengah menunggu Mara yang mengajaknya bertemu di taman dekat universitas mereka untuk menemani Mara yang mengerjakan tugas, dan Niall pun hendak melakukan hal serupa. Kebetulan kelasnya selesai lebuh dulu, dan ia memutuskan menunggu Mara di taman yang sudah dijanjikan.

Tempat yang Niall pilih adalah salah satu kursi taman yang tampak kosong dan memiliki jarak dengan beberapa orang yang ada disana. Niall merasa ia akan aman duduk sendirian disana selagi menunggu temannya itu, sebelum nantinya mereka akan duduk di atas rumput untuk mengerjakan tugas.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang