Niall mendapat banyak kasih sayang tulus dari Liam, setelah mendapat itu Niall jadi takut suatu hari nanti ia akan kehilangan itu. Karena cinta Liam begitu Niall sukai, ia tak ingin afeksi yang selama ini ia nikmati tak akan ia rasakan lagi. Niall ingin Liam terus bersamanya, memberikan cinta seperti yang selama ini Niall terima.
Itu adalah kalimat yang akan Niall ucap terus, karena memang disana berisi semua harap besar Niall disana.
Dengan Liam, Niall tak merasa bahwa jatuh cintanya melelahkan. Dengan Liam, Niall bisa merasakan bagaimana menyenangkannya jatuh cinta itu. Hal itu membuatnya memberikan seluruh cintanya juga untuk Liam. Melebihi apa yang pernah ia berikan pada Rui.
Karena nyatanya dulu Niall banyak ragu atas cintanya Rui, mengingat semua hal yang mereka lakukan pasti ada nama Hami disana. Rui justru bersikap padanya seperti seorang teman yang tengah memberitaukan padanya bahwa ia baru saja mengalami jatuh cinta, dan itu pada Hami.
Iya, jika dipikir kembali selama hubungannya dengan Rui dulu Niall lah yang lebih mengkhawatirkan Rui, lebih mementingkan Rui. Meski memang tak mungkin Niall lupakan bahwa banyak juga perhatian Rui yang ia terima, tapi jika dibanding dengan apa yang Niall beri dulu rasanya lebih banyak Niall yang memberi perhatian.
Berbeda dengan apa yang ia dapat selama berhubungan dengan Liam, apa yang ia terima rasanya lebih besar dari apa yang ia beri. Pelukan Liam selalu terasa penuh dengan hangatnya cinta, usapan Liam selalu menimbulkan debaran menyenangkan, ciumannya selalu penuh kehati-hatian namun manis.
Sementara ciuman Rui yang ia dapat semalam adalah ciuman kasar yang baru Niall dapat, padahal dulu saat mereka masih berhubungan pun Rui tak pernah memberinya ciuman seperti itu. Ciuman yang membuat Niall takut.
Beberapa hari sebelum pertemuannya dan Rui malam itu, Niall mendapati mantan kekasihnya itu menghubunginya dan mengajaknya bertemu. Bertanya tentang paris seperti apa bagi Niall.
"Paris cantik, aku melihat banyak tempat bagus juga bertemu hal berharga disana." Hal berharga itu adalah cinta Liamnya.
"Aku senang mendengarnya." Rui bisa melihat senyum Niall seluruhnya, penuh dengan bahagia saat menjawab pertanyaannya.
"Sementara hal berharga milikku disini, tak ada." Ujar Rui dengan pandangan kosong, ia tak menemukan harapan kembali dengan Niall melihat bagaimana sorot jatuh cinta Niall saat mengatakan hal berharga tadi. Rui tau Niall kembali jatuh cinta, tapi bukan padanya.
Niall menaikan halisnya, penasaran tentang bagaimana sekarang Rui dengan Hami. Apalagi mendengar kesedihan dalam suara Rui barusan. "Kau dan Hami bag—"
Rui dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Bukan Hami, itu kau Niall. Hal berharga milikku selama itu kau, dan bisa-bisanya aku melepasmu begitu saja."
Dan setelah pembicaraan itu, Niall hanya terdiam, terkejut atas kalimat Rui tadi. Sampai ia pulang pun, yang ia lakukan hanya melamun. Rasanya ada kebahagiaan yang ia dapat mendengar Rui mengucap bahwa dirinya itu adalah hal berharga untuknya.
Bukan berarti ia ingin kembali bersama Rui, tapi Niall merasa bahwa semua kekosongannya jika memikirkan dulu ia mencintai sendirian tiba-tiba hilang. Ia senang kalau ternyata Rui pun dulu pernah benar mencintainya sampai menganggapnya berharga. Karena terkadang Niall memang penasaran dengan apa yang sesungguhnya Rui rasakan untuknya, dan sekarang ia tau. Menimbulkan rasa senang dalam hatinya.
Tapi kebahagiaan kecilnya itu langsung membuatnya merasa bersalah pada Liam begitu melihat pesan dari kekasihnya yang mengingatkan tentang janji pergi dengan papa Jeno. Membuat Niall memutuskan menghindari Liam beberapa saat untuk menghilangkan seluruh rasa bersalahnya.
