Flashback an awal ketemunya nanti lagi ya, oh iya selain bakal aku kasih tau pertemuan Liam Niall gimana dulu. Nanti bakal aku kasih tau juga visual papi sama ayah ^^
Part ini, gak ada scene maturenya tapi menurutku ini narasinya masuk mature juga karena yaaa begitu..
Maaf banget karena part ini tuh beneran pendek,
______
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah kegiatan yang membuat Niall terengah dan Liam mengerang tertahan, keduanya masih di posisi yang sama dengan Liam yang menindih tubuh telanjang Niall tanpa membebankan tubuhnya disana. Liam perlu mengembalikan kesadaran utuhnya, agar tak memaksa untuk meneruskan kegiatan mereka setelah melihat respon Niall yang masih belum sepenuhnya menerima sentuhanya.
Meski Liam masih mengenakan pakaian lengkapnya, tapi ia bisa merasakan lekuk tubuh Niall yang ada di bawah tubuhnya. Ia menelan salivanya, tangannya mencoba meraih selimut miliknya untuk kemudian ia membungkus tubuh Niall dengan selimutnya itu. Liam tak akan membiarkan matanya melihat lagi tubuh telanjang kekasihnya disaat ia tak yakin bisa menahan dirinya lagi.
Liam mencium pipi Niall, membelai rahang kekasihnya kemudian berujar dengan suara rendahnya. "Tidurlah lebih dulu, aku akan ke kamar mandi."
Niall yang menginap di apartemen Liam bukan hal baru, tapi disaat mereka telah melakukan kegiatan yang lebih dari biasanya mereka lakukan, Niall merasa canggung lagi dengan kamar Liam. Selimut yang melilit tubuh telanjangnya, Niall buka. Kemudian ia segera mengenakan bajunya yang ternyata tercecer di apartemen Liam itu, dan hal itu membuat Niall keluar dari kamar Liam.
Perasaan Niall saat ini, tak jelas. Ia duduk di sofa yang menghadap televisi, menyalakan itu untuk melamun dan mencerna semua yang telah ia rasakan.
Apa yang ia dapat dari Liam tadi adalah kali pertama untuk Niall, dulu saat ia masih bersama Rui mereka tak pernah bertindak sejauh ia dan Liam tadi. Lagi pula mungkin karena sekarang ia lebih dewasa dari saat bersama Rui, hingga ia pun mulai ingin tau hubungan dewasa yang pernah Liam miliki dengan kekasih-kekasihnya dulu seperti apa.
Iya, Niall tau beberapa cerita sekilas Liam tentang ia dan mantan kekasihnya yang jelas pernah berhubungan selayaknya pasangan kekasih. Sebatas itu yang Niall tau, ia tak pernah mendengar lagi cerita Liam tentang masa lalunya.
Efek yang Niall terima dari sentuhan tangan Liam pada tubuhnya dan sentuhan lidah Liam pada pusatnya membuatnya meremang, Niall— suka. Tapi ia juga tak bisa menyembunyikan getar ketakutan pada tubuhnya saat merasa tangan Liam bisa berbuat lebih pada tubuhnya, Niall juga yakin tadi ia lebih banyak mengeraskan rahangnya menahan agar tak menjerit takut saat napas Liam mulai terasa di selangkangannya. Desahan yang Niall keluarkan bukan bohong, ia memang merasakan nikmat juga. Tapi diantara desah pasrahnya itu, Niall tetap berdebar takut— entah kenapa.
"Niall?" Suara Liam yang memanggilnya dengan panik, membuat Niall menyahut itu dengan cepat.