15. Other side

2K 246 84
                                        

Maaf banget lama aku ilang... tolong banget ini baca dulu  ya agak panjang

Akutuh tadinya mau up langsung beberapa part, karena emang ini mulai masuk semua hal pentingnya bakal aku keluarin. Kalo aku upnya satu satu takutnya kalian malah greget dan aku pun ngerasa ini harusnya sekaligus aku up seenggaknya empat part. Tapi ternyata aku cuman keburu nulisnya dua part aja..

Alesan aku mau sekaligus upnya, aku takut kalian nebak beberapa hal dan malah bener. Soalnya aku tau kalian mulai teliti...biasanya aku suka bacain komentar kalian yang nulis teori dan nebak ini itu. Tapi sekarang aku lagi gak mau ditebak

Jadi aku mau minta tolong boleh ya? Di part ini sampai part 16 jangan nulis tebakan kalian di kolom komentar, tahan aja bentar. Kalian gak akan nunggu lama, besok aku up lagi kok dan besok kalian boleh kalo mau keluarin tebakan kalian sebelumnya apa... boleh ya? Hihi

Sebenernya aku agak takut ada yg salah paham juga, takut ada yg mikir aku marah sama yg suka nebak dan berteori padahal nggak. 

Untuk yg suka nebak ini itu atau berteori banyak hal tentang tulisanku. Aku seneng bacainnya, aku gak keberatan sama hal itu. Cuman untuk dua part ini aja aku gak mau ditebak,, semoga gak ada yg salah paham

Gak apa" nulis komentar, tapi jangan nulis tebakan kalian. Maaf banget ini mah akunya banyak mau, tapi asli ini buat menjaga semua keantusiasanku sama tulisanku ini..



 Maaf banget ini mah akunya banyak mau, tapi asli ini buat menjaga semua keantusiasanku sama tulisanku ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








"Kak?" Hami memberanikan diri memasuki kamar kakaknya yang pintunya terbuka, ini adalah pertama kalinya lagi untuk gadis itu memasuki kamar sang kakak setelah seminggu terlewat semenjak mereka pulang kemari.

Liam yang baru menyalakan lampu kamarnya, menoleh dan hanya bergumam sebagai jawaban. Ia masih kesal atas ucapan Hami pada Niall, membuatnya malas banyak berinteraksi dan berbicara dengan sang adik.

"Baba dan papa sudah bertemu kak Niall." Hami berujar pelan, matanya menatap sang kakak yang bahkan enggan menatapnya dan justru duduk di kasurnya, mulai membenahi bantalnya bersikap seolah tak ada Hami disana.

Hami benar tak suka pengabaian dari sang kakak, ia terbiasa disayang dan diperhatikan oleh Liam jadi mendapati sikap kakaknya jadi seperti ini Hami selalu sesak. Ia jelas ingin cepat-cepat mengakhiri hubungan buruk ini dengan sang kakak, ia ingin kembali mendapat usapan sayang, tatap hangat juga senyum dari Liam.

"Kak Niall tak mendapat penolakan dari papa, baba juga terlihat suka setelah bertemu kak Niall." Sebenarnya Hami pun merasakan hal yang sama di pertama kali ia bertemu kekasih kakaknya itu, tapi setelah mengetahui fakta itu rasanya seluruh rasa sukanya melebur, ia tak suka dengan kenyataan bahwa Niall memiliki latar belakang yang cukup buruk.

Gadis itu takut Niall pun memiliki kemungkinan menyakiti kakaknya suatu hari nanti dengan salah satu sifat yang dimilikinya, sifat yang berasal dari latar belakangnya itu. Tak menutup kemungkinan Niall pun pernah menjadi seperti orangtuanya, atau mungkin ia memiliki sifat yang belum kakaknya lihat dan ketahui. Hami selalu bergidik membayangkan Niall akan semudah itu membiarkan orang menyentuhnya.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang