18. Past

2.2K 264 129
                                        

Niall sudah pulang ke rumahnya, dan sekarang tengah berbaring dengan selimut hangat yang membungkus tubuhnya. Sejak semalam ia tak bisa tidur nyenyak karena rasanya tubuhnya terus mengingat bagaimana sentuhan Rui yang membuatnya bergidik dan ingin menangis.

Sentuhan semacam itu tak pernah Niall suka, tubuhnya menolaknya begitu saja. Bahkan setiap Liam nyaris mengerayangi tubuhnya pun, Niall tak bisa menahan dirinya untuk tak bergetar ketakutan atau malah menangis kecil. Padahal Niall tau Liam tak mungkin menyakitinya, mengingat bagaimana sosok itu begitu lembut dan perhatian padanya. Niall percaya pada Liam, tapi untuk persetubuhan ia belum berani.

Liam yang mudah memahaminya pun tak pernah memaksa, dan justru terlihat begitu hati-hati padanya. Setiap ciumannya selalu penuh cinta, tapi Liam memilih hanya memberinya kecup manis dan hangat. Kalaupun Liam hendak memperdalam ciumannya, ia selalu memastikan Niall pun mau dengan itu.

Sementara kemarin saat bersama Rui, sosok itu menyambar bibirnya begitu saja, menyentuh tubuhnya tanpa permisi dan menciumi lehernya dengan semaunya, meninggalkan jejak basah yang membuat Niall semakin bergetar ketakutan saat itu. Meskipun dulu ia pernah mencintai Rui, tapi itu tak membuatnya rela tubuhnya disentuh Rui begitu saja. Apalagi ia memiliki Liam saat ini.

Rui pernah menjadi pemilik cinta Niall, mereka bahkan menjalin hubungan cukup lama— nyaris dua tahun. Jika saja Niall tak memutuskan menyerah atas sosok itu, mungkin sampai sekarang mereka bisa tetap dengan hubungan itu.

Dulu Niall begitu mencintai Rui, pemuda dengan kulit kecoklatan dan senyum hangat. Apa yang Rui lakukan untuknya selalu membuatnya tersenyum, semua hal yang ia lakukan dengan Rui rasanya bisa jadi yang paling menyenangkan bagi Niall kalau saja disetiap kebersamaannya tak ada nama Hami di dalamnya.

"Niall, kau suka kucing? Hami juga suka, tapi ia bilang tak bisa memeliharanya karena kakaknya alergi."

"Kau memesan makanan china? Iya bagus itu memang terlihat enak. Kau ingat tidak Hami yang pernah aku ceritakan? Ia juga suka beberapa masakan china..."

"Ada milkshake coklat di pesanan kita, itu milikmu? Aku jadi ingat Hami juga menyukai minuman rasa coklat."

"Warna violet lebih bagus untukmu, Hami juga pernah mengatakan kalau warna baby blue akan terlihat cerah jika dipadukan dengan warna violet."

"Cafe itu? Suasananya terlihat nyaman, aku pikir Hami akan menyukainya kalau ia tau ada cafe seperti ini."

Niall mulai membenci Hami bahkan hanya dengan mendengar namanya, karena demi Tuhan kenapa Rui begitu sering menyebut nama Hami padahal jelas-jelas ia yang sedang bersama Rui. Dan ia kesal begitu menyadari ia memiliki banyak persamaan dengan sosok bernama Hami itu, hal itu membuat Rui mau tak mau terus teringat sosok Hami. Walau memang Niall rasa, Rui bisa membicarakan Hami sebanyak apapun jika ia mau.

Karena disetiap pembicaraan mereka pasti terselip nama Hami disana, membuat Niall benci sekaligus penasaran seperti apa sosok itu.

Sampai suatu hari Niall memberanikan diri bertanya tentang bagaimana sosok Hami dalam pandangan Rui, dan tanpa diduga Rui langsung memperlihatkan potret Hami padanya. Gadis cantik dengan hidung bangir dan bibir kecil yang terlihat manis dengan wajahnya.

Yang lebih membuat Niall tertegun saat itu, bahwa ia menemukan jelas binar senang Rui saat memperlihatkan bagaimana rupa Hami padanya dari satu gambar saja. Niall baru menyadari bahwa mungkin selama ini Rui tak sepenuhnya mencintainya, apalagi dengan banyaknya nama Hami yang terucap oleh bibirnya. Sudah bisa dipastikan pikiran Rui banyak tertuju pada gadis itu, meski tengah bersama dirinya sekalipun.

Dan Niall pun baru menyadari alasan kenapa selama ini ia merasa bahwa mencintai Rui terasa begitu melelahkan, karena nyatanya memang Rui tak begitu mencintainya. Rui justru mencintai Hami, sosok yang tak pernah bertemu dengan Niall tapi mampu membuat rasa benci tumbuh pada dirinya.

Beberapa saat setelah ia menyadari bahwa Rui tak sepenuhnya menaruh hati padanya, Niall memilih tetap bertahan dengan pikiran bahwa bisa saja Rui hanya menyukai Hami sebagai sosok temannya sejak kecil.

Sampai hari dimana Rui memeluknya erat, dan mengatakan bahwa ia baru saja bertemu Hami sebelumnya.

"Jadi apa yang membuatmu lemas? Biasanya kau selalu bersemangat setelah bertemu Hami." Niall merasakan nyeri pada hatinya mengingat kebiasaan Rui yang selalu terlihat lebih sumringah setelah bertemu Hami. Niall merasa bahwa senyum Rui tak pernah selebar itu saat bersamanya.

"Iyakah? Sepertinya aku hanya kelelahan saja." Jawab Rui.

Lalu tak lama kemudian saat mereka dalam perjalanan menuju rumah Niall, Rui tiba-tiba bercerita. "Tau tidak, Hami tadi mengaku menyukai Hayden padaku..."

Dan dengan itu Niall mendapat jawaban dari lesunya Rui sejak tadi, bahwa ia baru saja mendengar sosok yang ia sukai menyukai oranglain. Niall mendengus mendengar itu, Hami seberpengaruh itu pada Rui.

Setelah semua itu, akhirnya Niall memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Rui terlebih dahulu. Dan rasanya ia semakin sakit begitu matanya tak melihat  Rui seolah takut kehilangannya, Rui terlihat tak keberatan dengan keputusannya itu.

Niall benar dibuat sesak dengan kenyataan yang ia dapati sejak itu, bahwa selama ini Rui tak pernah mencintainya sebesar ia mencintai Rui.

Keputusan itu diikuti keputusan lain yang Niall ambil, ia pergi ke paris. Untuk lari. Lari dari semua sakit yang ia miliki disini.

Sampai akhirnya ia justru bertemu seseorang yang membuat hatinya menghangat dengan sikapnya, seseorang yang memiliki paras menawan dan tatapannya yang lembut. Liam.

Kedekatannya dengan Liam terjalin tanpa Niall ketahui bahwa Liam adalah kakak dari sosok yang Niall benci.

Sejak dulu Liam tak pernah menyinggung tentang Hami dalam percakapan mereka, Liam tak pernah membandingkan apa yang tengah mereka lakukan dengan apa yang telah ia lakukan dengan Hami.

Niall baru tau bahwa adik Liam bernama Hami setelah mereka menjalin hubungan, dan itu cukup membuatnya terkejut. Tapi ia tak bisa melepas Liam disaat Liam selalu memberinya cinta, ia tak mungkin melepas Liam disaat sosok itu tak memberi sakit yang sama sepeti yang Rui torehkan. Liam adalah orang yang membuat Niall tau rasanya dicintai begitu besar oleh seseorang.



                              'A story never told'










_______

Visualnya Rui, ketebaklah ya hihi

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang