Brave wind

673 85 25
                                        

Niall memiliki kencan setelah pertengkaran kecilnya dengan Liam, kencan mereka adalah pergi berjalan di jalanan paris yang berujung tempat beberapa seniman menunjukkan karyanya. Mereka berdua suka melihat pertunjukan semacam orang yang melukis di jalanan atau juga memainkan alat musik.

Masalahnya, kali ini Niall tak bisa menikmati itu sama sekali ketika matanya menemukan adanya Hugo di tempat yang sama dengannya. Membuat Niall tak sepenuhnya menikmati kencannya dengan Liam.

Tanpa berani memberitau Liam, Niall hanya mengeratkan pelukannya pada pinggang Liam sepanjang pertunjukkan yang ditonton.

Bahkan saat keduanya makan di sebuah cafe yang jaraknya cukup jauh dari tempat sebelumnya pun, Niall kembali melihat adanya laki-laki itu di tempat yang sama, duduk dengan posisi yang begitu jelas dari tempat Niall.

Karena tak nyaman dengan perasaan seolah diperhatikan oleh Hugo terus menerus akhirnya Niall berbicara pada Liam.

"Liam,"

"Ya?"

Niall menelan salivanya. "Bisakah kita duduk bersisian saja?"

"Tentu, aku kesana." Liam hendak beranjak untuk berpindah tempat duduk di sisi Niall, namun kekasihnya itu menggelengkan kepalanya melarang. Liam menatapnya.

"Tidak. Aku yang kesana." Niall pun pindah menjadi duduk betsisian dengan Liam, menjadikannya memunggungi Hugo dan membuatnya tak melihat sosok itu.

Hari-hari berikutnya pun saat ia tak bersama Liam, Hugo tetap terlihat ada di sekitarnya seperti sebelum-sebelumnya. Saat ia bersama Mara, Niall akan mengajaknya berbicara apapun untuk mendistrak pikirannya agar teralihkan. Atau jika saat Damien kembali membantunya, Niall akan melempar pertanyaan kecil pada Damien untuk mendistrak perasaan takutnya.

Sampai suatu hari ternyata Hugo tak hanya sekedar mengikutinya atau mengunjungi apartemennya, Hugo semakin berani.

Niall baru saja berpisah dengan Mara, ketika Hugo berlari menghampirinya di lobby apartemen. Niall merasakan keinginan untuk berlari menghindar, ia tak suka bertemu ataupun berinteraksi dengan orang yang membuatnya tak nyaman.

"Aku sudah lama tak menyapamu, apa kabar Niall?" Hugo tersenyum ramah.

Tapi tak membuat Niall mau membalas sapaan itu sama ramahnya.

"Hugo―" Niall tercekat, matanya bergerak mencari seseorang yang ia kenal, tapi ia lupa bahwa disini ia tak memiliki kenalan selain Damien. Niall perlu orang yang bisa menjauhkan Hugo darinya.

Dada Niall berdebar karena takut.

"Aku― cukup sibuk. Maaf aku tak bisa brbicara denganmu lebih lama, aku harus mengerjakan tugasku." Niall berujar cepat setelah menemukan alasan yang bisa utarakan, setelahnya ia pun berlari mengikuti insting takutnya.

Tapi ketakutannya semakin membesar ketika melihat Hugo yang menyusulnya hingga lift.

"Sebentar Niall, aku membawa ini untukmu." Hugo masuk ke dalam lift dengan Niall yang sudah memencet tombol lantai unitnya, dan ia dengan gelisah mencoba keluar lagi sebelum pintu lift tertutup. Namun Hugo justru menghalanginya, membuat Niall semakin ingin menangis.

"Tunggu Niall, lihat aku membawa beberapa dessert yang bisa kau nikmati selain pretzel."

Dan sekarang Niall sungguh menangis, tanpa peduli Hugo akan tersinggung atau apapun. Karena Niall benar-benar semakin takut pada Hugo yang kini bahkan dengan berani meraih tangan Niall untuk membuat Niall menerima pemberiannya.

Jerit Niall langsung menggema ketika tangannya disetuh Hugo, ketakutannya semakin tak bisa ia kendalikan ketika kulit mereka bersentuhan, padahal Hugo hanya menyentuhnya seperti itu. Tapi Niall yang sejak awal tak suka pada Hugo, yang sejak awal takut pada Hugo, dan orang itu semakin melakukan hal-hal berani padanya, jelas membuat Niall menjerit diantara tangisnya.

A Thousand Winds ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang