Hello.. it's me.. u,u Starlite, maksudnya. :D
Setelah baca sharing-sharing hari ini, Starlite nemuin banyak banget ilmu yang bermanfaat dan poin penting dalam menulis teenlit yang nggak hanya keren, tapi juga berkualitas. Karena itulah, Starlite memutuskan buat merangkum semua hasil sharing Memberdeul tercinta di catatan ini.
Jadi, berdasarkan dari sharing dan comment Memberdeul kece KANOI tadi, Starlite bisa membuat beberapa catatan tentang penulisan teenlit.
Dan berikut adalah hasil catatan Starlite si murid teladan(?) mengenai poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam menulis teenlit :
Tulisan Harus Dibuat Seremaja Mungkin
Maksud dari meremajakan tulisan itu, ya kita harusnya menyesuaikan tulisan kita dengan remaja-remaja pada umumnya, diantaranya dalam hal gaya bahasa, cara berpikir, lingkungan, konflik dan karakternya.
Riset
Untuk bisa membuat naskah atau tulisan yang meremaja tersebut, tentunya kita perlu riset, dong. Selain karena kita harus menyampaikan informasi dan pengetahuan yang benar kepada pembaca, kita juga harus sering memantau remaja-remaja di sekitar kita untuk mengikuti perkembangan kehidupan remaja saat ini.
Selain itu, kita juga harus bisa melihat apa yang sedang tren di kalangan remaja dan memasukkannya ke dalam novel. Apalagi untuk penulis usia dewasa yang menulis teenlit, tentu riset ini penting karena memang kehidupan remaja sekarang, tidak sama dengan kehidupan remaja dulu. Misalnya, alat komunikasinya. Anak-anak remaja sekarang menggunakan aplikasi chat buat berkomunikasi alih-alih surat cinta yang disembunyiin di laci meja. :'D
Tulislah Cerita Yang Menghibur Dan Berkualitas
Ini adalah poin yang sangat penting dalam setiap naskah. Menulis cerita yang menghibur namun tetap berkualitas. Menulis teenlit itu memang tidak mudah. Kita harus bisa menyajikan bacaan yang menghibur dan berkualitas. Kita harus memperhatikan moral cerita kita. Penting untuk para penulis teenlit agar tidak menuliskan adegan yang melebihi batasan teenlit.
Tulislah Cerita Teenlit Yang Memang Untuk Remaja.
Pikirkan para remaja yang akan membaca karya kita. Beri bacaan yang sesuai dengan umur mereka. Jika ingin menyampaikan pesan dalam cerita, sampaikan dengan tulisan yang baik, tanpa memberikan contoh tindakan yang buruk dalam tulisan. Lebih baik lagi jika kita bisa menyajikan karya teenlit yang ringan, unik dan berkualitas. Yaitu karya yang berfokus pada konflik, tema dan jalinan cerita yang pas dengan remaja.
Bahkan meskipun kita menulis cerita mengikuti tren, hendaknya kita tetap memberikan karya yang berkualitas dan bermanfaat bagi para pembaca yang mayoritas adalah remaja. Perhatikan tema cerita Untuk tema, kita bisa mencoba mengangkat tema yang tidak melulu tentang percintaan.
Ada banyak hal, banyak masalah, yang bisa dibahas dalam cerita teenlit. Jangkauan permalasahan remaja itu luas, jadi jangan hanya berfokus pada kisah percintaannya. Bahkan meskipun ada kisah percintaan yang memang tak lepas dari kehidupan remaja, tapi hendaknya kita bisa memprioritaskan konflik yang lebih remaja.
Perhatikan Gaya Bahasa
Dalam menulis teenlit, kita perlu memperhatikan gaya bahasa yang digunakan dalam tulisan. Menggunakan bahasa sehari-hari, bahkan bahasa gaul, memang lebih enak untuk bacaan teenlit, karena lebih terasa 'real' dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Namun penulisan teenlit tidak harus selalu menggunakan bahasa gaul, asalkan tetap bisa membuat pembaca terikat terus pada cerita. Untuk gaya tulisan juga, bacaan kita secara tidak langsung mempengaruhi gaya tulisan.
Jadi jika memang ingin membuat tulisan dengan gaya bahasa gaul, hendaknya membaca novel dengan gaya bahasa gaul juga sebagai referensi, juga agar tulisan kita tidak terasa kaku atau canggung. Begitupun jika kita ingin menggunakan gaya bahasa baku, hendaknya membaca tulisan yang sesuai dengan gaya bahasa yang akan kita gunakan dalam tulisan kita.
Meramu Feeling
Tentunya feeling juga bukan hal yang mudah dalam menulis teenlit. Feeling berperan sebagai jiwa dalam tulisan kita. Dan beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan feeling dalam tulisan teenlit kita adalah dengan kembali bernostalgia dengan masa remaja kita. Kita bisa mengingat-ingat hal-hal apa saja yang penting semasa remaja kita.
Tips satu ini, rawan terjadi kebaperan, jadi disarankan untuk menggunakannya dengan bijak. :)
Menulis serial remaja
Untuk menulis serial remaja, kita harus menyiapkan banyak konflik untuk buku-buku berikutnya. Dan tentunya, dengan konflik-konflik yang khas dengan remaja juga.
Demikianlah hasil sharing dari Memberdeul cerita yang berhasil Starlite rangkum dalam catatan ini. Selain poin-poin di atas, dari sharing Memberdeul tadi, Starlite juga mendapatkan beberapa pelajaran berharga. Menulis itu bisa dimulai dari usia berapa saja, dan bisa dilakukan di usia berapa saja. (Dengan catatan sudah bisa membaca dan menulis, ya. :D)
Menulis teenlit memang punya sensasi tersendiri, karena bisa membawa kita kembali ke masa-masa remaja (unyu(?)) kita. Dengan menulis teenlit juga, kita bisa lebih mengerti kehidupan remaja sekarang, dan lebih memahami betapa beratnya menjadi remaja jaman sekarang. (Ngeri liat jadwalnya anak-anak SMA sekarang.
Lebih ngeri lagi liat pergaulan dan gaya hidup remaja sekarang. :3) Sekian hasil rangkuman Starlite dari hasil sharing berharga Memberdeul sekalian. Starlite mohon maaf bila ada salah kata atau penyampaian yang kurang berkenan. Dan Starlite ucapkan banyak terima kasih kepada para Memberdeul tercinta yang sudah menyisihkan waktu berharganya untuk berbagi ilmu yang bermanfaat untuk member lain dan juga orang lain. ^_^
Finally, sharing hari ini berakhir. Terima kasih juga pada para Memberdeul untuk partisipasinya. You're the best! ^_^Satu lagi pesan Starlite, buat Memberdeul, dan buat Starlite sendiri; Jangan pernah menyerah dalam berkarya! ^_^
Senin, 1 Agustus 2016Love, Starlite
Narasumber : Member Grup Komunitas Menulis Online Indonesia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serba-Serbi Kepenulisan
RandomDikumpulkan dari diskusi Komunitas Novel Online Indonesia. Semua hal menyangkut kepenulisan.
