10

8.2K 377 4
                                        

Pagi ini Hera sudah bersiap untuk pulang, menyiapkan diri kalau-kalau sang calon kakak ipar membuatnya emosi.

Hera yang sedang menyetir mengalihkan pandangan pada Cia saat lampu merah.

"Gimana? Udah baikan?" Tanya Hera, membuat Cia yang sedang mengotak atik ponselnya, entah sedang apa, menoleh.

"Maksud lo? Gue baik-baik aja dari kemarin." Sahut Cia yang sedikit bingung dengan pertanyaan Hera padanya.

"Maksud gue, lo baik-baik aja dan ga akan cemburu kalo Sheila ngerebut Kak Arka?" Hera terkekeh melihat ekspresi Cia yang melebarkan matanya.

"Dasar! Gue kira apaan. Udah deh lo nyetir! Tuh lampunya udah ijo." Mata Cia beralih menatap ke depan, berfikir apa dia akan sanggup jika kasih sayang kakaknya dibagi dengan Sheila.

"Gue ga habis fikir, gimana kecewanya mama papa ngeliat Kak Arka yang kaya gini." Gumam Cia, Hera tau bagaimana perasaan sahabatnya itu, di sisi lain pun ia juga tahu bagaimana perjuangan Arka untuk melampiaskan kesedihannya dan selalu terlihat baik di mata Cia.

---------
Pak Wadi yang tadinya duduk bersantai sambil menikmati kopi hitam favoritnya, segera membukakan gerbang ketika suara bel mobil terdengar.

Cia keluar dari mobil dengan Hera.

"Makasih Pak, semangat kerjanya." Ucap Hera sambil tersenyum

Pak Wadi balas tersenyum. "Iya, mbak, sama-sama."

Cia membuka pintu rumah, dan terkejut saat melihat Arka tertidur di sofa dengan ponsel yang masih digenggam. Hera di belakang Cia ikut terkejut.

"Wah, itu Kak Arka kan?" Tanya Cia setengah berbisik, takut Arka terbangun karenanya.

"Iyalah! Udah ayo ke kamar gue, bisa telat kita nanti!" Seru Cia berjalan menuju kamarnya di atas dengan Hera yang mengekor di belakang.
---------
Arka yang samar-samar mendengar suara percakapan, berusaha membuka matanya.

"Hoam. Gue kenapa bisa tidur di sini?" Arka duduk dari tidurnya, berjalan menuju kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.

"Sheila tidur di mana, Ci?"

"Di kamar Kak Arka lah."

"Wah! Enak dong bisa 'ehem' tiap hari."

Arka yang akan menuju kamarnya mendengar suara dari kamar Cia, dengan hati-hati, dibukanya pintu kamar yang tidak terkunci itu.

"Kak Arka udah bangun?"

Brother Conflict (sudah terbit ebook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang